SKRIPSI BAB I “KESESUAIAN UPAH PEKERJA BANGUNAN”

Posted: Maret 28, 2016 in Uncategorized

                                                                 BAB I

                                                      PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk sosial  perlu memenuhi kebutuhan hidup demi kelangsungan hidupnya  di dunia. Untuk itu manusia harus bekerja, sebab dengan bekerja manusia akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu bentuk muamalah yang terjadi adalah kerjasama antara manusia, yaitu satu pihak sebagai penyedia jasa / tenaga yang disebut buruh dalam hal ini pekerja bangunan, dengan pihak lain yang menyediakan pekerjaan disebut majikan, untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan ketentuan pihak pekerja akan mendapatkan kompensasi berupa balasan atau upah. Dalam Islam pemberian upah pekerja disebut dengan Ujrah.

Al Qur’an memberi penekanan utama pada pekerjaan dan menerangkan dengan jelas bahwa manusia diciptakan di bumi ini untuk bekerja keras untuk  mencari penghidupan masing-masing. Hal ini ditunjukkan dalam surah Al-Insan sebagai berikut[1]:

 

 

Al-Qur’an Surah Al-Insan : 28

ß`øtªU öNßg»oYø)n=s{ !$tR÷Šy‰x©ur öNèdtó™r& ( #sŒÎ)ur $uZø¤Ï© !$uZø9£‰t/ öNßgn=»sWøBr& ¸xƒÏ‰ö7s? ÇËÑÈ

Artinya : Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian mereka, apabila kami menghendaki, kami sungguh- sungguh menganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.[2]

Dalam Islam istilah buruh/ pekerja bangunan dengan majikan tidak ada perbedaan kelas diantaranya, karena pekerja dan majikan sama-sama mempunyai hak dan kewajiban yang harus mereka terima dan dipenuhi. Seperti contoh untuk membangun sebuah bangunan (rumah) dibutuhkan pekerja, untuk membangun bangunan tersebut para pekerja tersebut bekerja dengan upah harian dan ada juga dengan upah borongan, (dalam penelitian ini penulis mengambil pekerja harian) tergantung dari orang yang memperkerjakan mereka. Hak dari pekerja yaitu mendapatkan upah yang sesuai dengan hasil pekerjaan, kewajiban para pekerja yaitu menyelesaikan pekerjaan tersebut seperti apa yang diharapkan majikan. Sebaliknya dengan yang majikan, hak majikan yaitu mendapatkan hasil dari pekerjaan tersebut sesuai dengan harapan, kewajibannya yaitu memberi upah kepada pekerja sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Islam.

Kegiatan seperti ini dalam Islam di sebut dengan Ijarah (Ijarah pekerjaan) yaitu ijarah yang berhubungan dengan sewa jasa, yaitu mempekerjakan jasa seseorang dengan upah sebagai imbalan  jasa yang disewakan. Pihak yang mempekerjakan disebut mustajir, pihak pekerja disebut ajir dan upah yang dibayar disebut dengan ujrah.

Dewasa ini upah atau pengupahan dalam dunia kerja merupakan salah satu dari bagian hak pekerja atas kegiatan bermuamalah, upah sendiri tidak lepas dari masalah yang tidak pernah selesai dan selalu diperdebatkan. Baik dari pihak tenaga kerja maupun pihak yang memperkerjakan/ pengusaha. Dalam pasal 1 (30) Undang-undang  No. 13 Tahun 2003 tentang “Ketenagakerjaan,”  upah adalah hak pekerja/ buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari perusahaan atau pemberi kerja kepada pekerja/ buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut perjanjian kerja. Pekerja/ buruh mendapatkan upah disesuaikan dengan seberapa giat manusia tersebut bekerja.  Dalam konsep Islam pada dasarnya menuntut keadilan sebagai hak atas apa yang telah dikerjakan itu wajib karena islam sendiri menganjurkan keadilan serta kemaslahatan bagi umat manusia.

Penulis memilih Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan karena melihat keadaan langsung dilapangan bahwasanya di Desa Kampung Hilir ini terdapat banyak orang yang berprofesi sebagai pekerja bangunan, jam kerja pekerja bangunan yang telah di tetapkan yaitu ( pagi) jam 07.00 -11.00 kemudian ( sore ) jam 13.00-16.00, besaran upah pekerja tersebut yaitu Rp.100.000/ harinya. Tapi dengan upah sebesar itu apakah ini sudah sesuai dengan hasil kerja yang diharapkan oleh mustajjir, karena melihat dimana para pekerja juga masih ada yang belum maksimal dalam bekerja, maka dari itu penulis tertarik meneliti masalah ini karena ingin melihat apakah upah pekerja bangunan sebesar Rp.100.000 per harinya di Desa Kampung Hilir ini sudah sesuai dengan hasil kerja mereka. Pekerja harus memberikan hasil yang maksimal dari hasil kerja mereka, sehingga tidak ada pihak yang di rugikan dan begitu juga sebaliknya, Mustajjir juga harus membayarkan hasil kerja mereka.

Dari observasi sementara, penulis menemukan berbagai gejala-gejala yang sering terjadi dalam pemberian upah pekerja bangunan oleh masyarakat Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan, gejala-gejala tersebut antara lain :

  1. Upah pekerja bangunan di Desa Kampung Hilir ini masih terlalu tinggi
  2. Hasil pekerjaan para pekerja belum memberikan hasil yang maksimum dari apa yang diharapkan mustajjir.
  3. Gaji yang diberikan tidak sesuai dengan hasil yang telah dikerjakan.

Islam memiliki pandangan sendiri tentang upah (Ujrah), konsep yang ditawarkan lebih kepada rasa keadilan dan kemaslahatan guna memenuhi kebutuhan masing-masing antara pekerja dengan  majikan atas manfaat yang didapatkan. Ujrah dalam islam tidak lepas dari dimensi dunia dan akhirat yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist.

Dasar hukum Al-qur’an tentang upah (Ujrah).

Al-Qur’an Surah Al –Qashash : 26

ôMs9$s% $yJßg1y‰÷nÎ) ÏMt/r’¯»tƒ çnöÉfø«tGó™$# ( žcÎ) uŽöyz Ç`tB |Nöyfø«tGó™$# ‘“Èqs)ø9$# ßûüÏBF{$# ÇËÏÈ

Artinya :“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata : “ ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat di percaya”.[3]

 

Hadist tentang Ujrah

Diriwayatkan hadist (H.R.Bukhari).

Artinya :“Apabila pelayanmu tidak duduk sama denganmu maka berikanlah makanan dan pakaian kepada pelayan dan budak sebagaimana kebiasaannya dan berilah mereka pekerjaan sesuai dengan kemampuannya”.

 

Persoalan pengupahan ini merupakan pokok karena dari sekian sekian banyak persoalan perburuhan banyak yang disebabkan oleh persoalan ini, bahkan persoalan-persoalan lain, langsung atau tidak langsung disebabkan oleh persoalan upah.4

Hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia harus seimbang, Islam memberikan selebar-lebarnya kepada manusia untuk melakukan kegiatan dalam dunia pekerjaan. Disisi lain Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, semua hal yang berkaitan dengan dunia kerja diatur baik mengenai waktu, penetapan upah yang didapat, hak dan kewajiban, serta syarat-syarat yang harus dikerjakan.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis sangat tertarik untuk meneliti masalah ini, dengan judul : KESESUAIAN UPAH PEKERJA BANGUNAN  DITINJAU DARI  AKAD UJRAH  DI DESA KAMPUNG HILIR KECAMATAN SERASAN.

  1. Alasan Pemilihan Judul

Adapun alasan memilih penulis memilih judul di atas dalam penelitian ini adalah:

  1. Penulis merasa mampu untuk melakukan penelitian ini baik dari segi waktu, dana, jarak yang ditempuh dalam penelitian ini.
  2. Sepengetahuan penulis bahwa masalah ini belum pernah diteliti.
  3. Masalah yang dikaji sesuai dengan ilmu yang penulis pelajari yaitu masalah Ekonomi Syariah.

 

  1. Permasalahan
  2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan masalah pokok di atas maka masalah-masalah yang menjadi kajian ini dapat di identifikasi adalah sebagai berikut :

  1. Apakah besaran upah pekerja bangunan di Desa Kampung Hilir ini sudah sesuai dengan hasil yang diharapkan mustajjir ?
  2. Apakah nilai-nilai keadilan sudah terpenuhi dalam kegiatan kerja bangunan di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan ?
  3. Apakah pekerja bangunan bekerja atas kemauannya sendiri ?
  4. Apakah waktu pelaksanaan pembangunan dapat terselesaikan tepat waktu oleh pekerja ?
  5. Apakah pemberian upah pekerja sudah memenuhi kriteria syarat-syarat dalam Ujrah

 

 

  1. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan dalam penelitian ini, maka untuk supaya peneliti sanggup dalam melakukan penelitian ini, peneliti merasa perlu membatasinya. Adapun permasalahan yang peneliti teliti dalam masalah ini adalah : “Kesesuaian Upah Pekerja Bangunan di Tinjau Dari Akad Ujrah di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.”

 

  1. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Kesesuaian Upah Pekerja Bangunan Ditinjau Dari Akad Ujrah di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.”

 

  1. Penegasan Istilah

Untuk menghindari kesalahan dalam memahami judul penelitian maka perlu adanya penegasan istilah:

  1. Kesesuaian

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kesesuaian adalah  Keselarasan (tentang pendapat, paham nada kombinasi warna, dan sebagainya) kecocokan.[4]

 

 

  1. Upah

Upah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalasan jasa atau sebagai pembayaran tenaga yang sudah dilakukan untuk mengerjakan sesuatu.[5]

  1. Pekerja/ Buruh

Pekerja/ Buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapatkan upah pekerja.[6]

  1. Ujrah

Ujrah (upah) adalah uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalasan jasa atau sebagai pembayaran tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu.[7]

 

  1. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  2. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan identifikasi dan perumusan masalah diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui kesesuaian upah pekerja bangunan di tinjau dari akad Ujrah di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.
  2. Untuk melengkapi dan memenuhi salah satu syarat akademik guna memperoleh gelar Sarjan Ekonomi Syariah (SE.Sy) di program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna.

 

  1. Kegunaan Penelitian
  2. Sebagai salah satu referensi bagi pihak lain yang akan melakukan penelitian yang sama untuk kasus maupun lokasi yang berbeda.
  3. Bagi penulis, dapat dijadikan perbandingan antara teori dan praktek, mengetahui kendala yang dialami saat pelaksanaanya, menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan tentang ekonomi syariah terutama yang berkaitan dengan judul
  4. Memberikan sumbangan pemikiran sehingga dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi pihak lain.

 

  1. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penulisan ini maka penulis membagi ke dalam 5 (lima) bab. Adapun pokok yang di bahas pada masing-masing bab dapat di kemukakan sebagai berikut:

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menguraikan latar belakang, alasan memilih judul, permasalahan yang memuat identifikasi pembahasan, perumusan masalah, penegasan istilah, tujuan dan kegunaan penelitian, sistematik pembahasan.

 

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini akan menguraikan pengertian kesesuaian, kesesuaian upah, pengertian pekerja, defenisi upah, tingkat upah, defenisi ujrah, dasar hukum ujrah.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini penulis menguraikan tentang lokasi penelitian, subjek dan objek penelitian, populasi dan sampel,  teknik pengumpulan data, teknik analisis data.

 

BAB IV : PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Pada bab ini penulis menguraikan tinjauan umum lokasi / subjek penelitian, penyajian data, temuan penelitian pembahasan.

 

BAB V :   PENUTUP

Pada bab ini merupakan bab yang terakhir yang berisikan kesimpulan serta saran-saran yang berguna bagi lembaga dalam kesesuaian pemberian upah.

 

 

[1] Afzalur Rahman, Dokrin Ekonomi Islam, (Yogyakarta, PT. Dana Bakti Wakaf, 1995), hal  251-252

 

[2] Kitab Al-Qur’an Al fatih Dengan Alat Peraga Tajwid Kode Arab, (Jakarta; PT. Insan Media Pustaka, 2012) , hal 578

[3] Ibidhal 388

4 Eggi Sudjana,Buruh menggugat ,Perspektif Islam (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2002), hal  84

 

[4] http://www.http..kamus.cektkp.com / kesesuaian ,diakses  tanggal 29 oktober  2015

 

[5] http://www.http//kbbi.web.id/upah, diakses  tanggal  26 oktober  2015

[6] http://www.http//kbbi.web.id/buruh, diakses  tanggal  24 oktober 2015

[7] http://www.http//kbbi.web.id/upah, diakses  tanggal  23 November 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s