BAB III METODELOGI PENELITIAN KUALITATIF “KESESUAIAN UPAH PERKERJA BANGUNAN”

Posted: April 7, 2016 in Uncategorized
  1. Pendekatan dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini menjelaskan tentang “kesesuaian upah pekerja bangunan ditinjau dari akad ujrah di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan” untuk itu penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata –kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.[1]

Sedangkan jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini termasuk  menggunakan penelitian populasi, yakni penelitian yang memakai objeknya dengan mengambil sampel dari populasi yang ada pada pekerjaan bangunan. Sampel adalah sebagian dari populasi sebagai contoh (master) yang diambil dengan menggunakan cara- cara tertentu.

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh majikan dan pekerja bangunan di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan yang berjumlah 16 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini penulis menggunakan sampel yang sama dengan populasi yaitu 16 orang.

Subyek dan Obyek dalam penelitian ini.  Subyek adalah orang yang dijadikan sumber untuk mendapatkan data dan informasi. Subyek dalam penelitian ini adalah ajir (pekerja) dan mustajjir (majikan).  Kemudian Obyek adalah sesuatu yang dijadikan maksud dan tujuan yang ingin di capai. Obyek dalam penelitian ini adalah Kesesuaian Upah Pekerja Bangunan Ditinjau dari Akad Ujrah.

Jadi alasan peneliti menggunakan pedekatan dan jenis penelitian kualitatif deskriptif karena untuk mencari data-data yang dihasilkan berupa kata-kata. Disamping itu penelitian kualitatif berguna untuk mendeskripsikan, memberikan gambarkan secara utuh tentang kesesuaian upah pekerja bangunan.

 

  1. Lokasi Penelitian

Adapun lokasi penelitian ini yaitu berlokasi di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.

 

  1. Kehadiran Penelitian

Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian yaitu usaha mengenali tahap-tahap penelitian. Tahap-tahap penelitian tersebut nantinya akan memberikan gambaran tentang keseluruhan, pelaksanaan dan pengumpulan data, analisa data sampai pada penulisan skripsi. Tahap-tahap penelitian terdiri dari :

  1. Tahap pra lapangan

Yaitu tahap yang dilakukan peneliti sebelum melakukan penelitian. Pada tahap ini yang dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Menyususun rancangan penelitian

Tahap pra-lapangan yang dilakukan pertama kali adalah menyusun rancangan penelitian. Rancangan penelitian yang dimaksud adalah penyusunan proposal penelitian yang terdiri dari judul penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi konsep, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

  1. Memilih lapangan penelitian

Dalam konteks penelitian yang dilakukan peneliti sebelum membuat usulan pengajuan judul. Peneliti terlebih dahulu mencari data atau informasi tentang obyek yang akan diteliti melalui beberapa cara, yang kemudian tertarik untuk dijadikan obyek penelitian yang sesuai dengan jurusan. Dalam hal tersebut peneliti menetapkan Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan yang melakukan pekerjaan bangunan.

  1. Mengurus perizinan

Setelah membuat usulan penelitian dalam bentuk proposal,penelitian mengurus perizinan melakukan penelitian di obyek yang akan diteliti dengan cara meminta surat pengantar dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna.Yang diperutukkan untuk penelitian di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.

  1. Menjajaki dan menilai keadaan lapangan

Tahap ini belum sampai pada titik yang menyingkapi bagaimana peneliti masuk kelapangan dalam arti mulai mengumpulkan data yang sebenarnya. Tahap ini barulah merupakan orientasi lapangan, namun dalam hal-hal tertentu peneliti telah menilai keadaan lapangan. Pada tahap ini, peneliti menjajaki dan menilai lapangan dengan pekerja bangunan beberapa hari untuk melihat kesesuaian upah.

  1. Memilih dan memanfaatkan informan

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Orang yang akan dipilih untuk dijadikan informan pada penelitian ini adalah Majikan dan Pekerja Bangunan di Desa Kampung Hilir.

  1. Tahap pekerjaan lapangan

Uraian tentang pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian. Namun dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan dua bagian dalam tahap pekerjaan lapangan, yaitu :

  1. Memahami latar penelitian dan persiapan diri, dan
  2. Memasuki lapangan.

Dalam tahap ini, sebelum merumuskan pembahasan penelitian, peneliti terlebih dahulu telah memahami tentang latar penelitian, kemudian peneliti mempersiapkan diri secara matang dan serius untuk membahas penelitian ini. Baru kemudian peneliti terjun ke lapangan untuk mencari data atau informasi yang berkaitan dengan masalah yang dijadikan fokus penelitian.

 

  1. Data dan Sumber Data

 

  1. Jenis Data

Berdasarkan sumbernya jenis data dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.

  1. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung diambil dari lokasi atau lapangan atau lapangan (dari sumbernya) dan masih memerlukan analisa lebih lanjut. Dalam penelitian data yang dihimpun adalah data tentang kesesuaian upah pekerja bangunan, bagaimana perjanjian awal, penetapan upah, bagaimana jalannya kegiatan tersebut, dan seperti apa sistem pengupahan di Desa kampung Hilir tersebut data ini yang diperoleh dari dokumentasi organisasi yang berhubungan dengan data tersebut dan data-data yang lain yang ada kaitannya dengan penelitian.

  1. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang dapat diperoleh dari atau berasal dari bahan perpustakan, misalnya buku-buku literature. Dalam hal ini peneliti mencari reference atau literature buku-buku yang berhubungan dengan teori-teori serta juga yang berhubungan dengan fokus penelitian.

 

  1. Sumber data

Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data -data dapat diperoleh. Adapun data yang dipakai oleh peneliti untuk melengkapi data tersebut adalah :

  1. Informan, yaitu orang-orang yang memberikan informasi tentang segala sesuatu yang terkait dengan penelitian. Sebagai sumber Informan utama dalam penelitian ini adalah Bapak Chalil Rahman, Bapak Sadri, Bapak Asmaryadi, Bapak Mulyadi, Bapak Iswandi, Bapak Khairuddin, Bapak Ferli Zulfikar dan pekerja lainnya.
  2. Dokumentasi, yaitu berupa tulisan atau catatan yang ada hubungannya dengan masalah diatas dalam penelitian. Yang dimaksudkan untuk mengetahui data tentang bagaimana kegiatan pekerja bangunan, pengambilan upah, penentapan upah dan lainnya.

 

  1. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah sebagai berikut:

  1. Observasi yaitu usaha yang dilakukan guna mengumpulkan data dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang berkaitan dengan Kesesuaian upah pekerja bangunan ditinjau dari akad Ujrah di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.
  2. Wawancara yaitu mengumpulkan data dengan cara tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan tujuan penyelidikan. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang Kesesuaian Upah Pekerja Bangunan Di Tinjau Dari Akad Ujrah di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan.
  3. Dokumentasi yaitu melihat dokumen dan data yang sudah ada dalam bentuk tulisan.

 

  1. Analisis Data

Analisis dalam penelitian merupakan bagian yang sangat penting, karena dengan analisis inilah data yang ada akan nampak manfaatnya dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian. Data yang diperoleh sejak awal penelitian peneliti analisis, diberi penjelasan secara sintesis yang selanjutnya disimpulkan sebagai pedoman penelitian. Secara terperinci, proses analisis data dilakukan peneliti adalah melalui tahap-tahap-tahap sebagai berikut :

  1. Reduksi data, diartikan sebagai proses, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data yang muncul dari catatan tertulis dilapangan.
  2. Penyajian data, alur penting yang kedua dalam analisis data adalah penyajian data. Dengan melihat penyajian data peneliti dapat memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk menganalisis data yang diperoleh. Penyajian yang paling sering digunakan pada data kualitatif adalah bentuk teks naratif. Yaitu, menyajikan data dengan menceritakan kembali tentang Kesesuaian Upah Pekerja Bangunan di Desa Kampung Hilir Kecamatan Serasan. Menarik kesimpulan/ verifikasi yaitu meninjau ulang catatan lapangan dengan seksama melalui pemeriksaaan keabsahan data untuk menguji kebenarannya dan kecocokannya yang merupakan [2]

 

  1. Pengecekan Keabsahan Sumber Data

Pengecekan keabsahan data merupakan dasar obyektifitas hasil yang dicapai dalam penelitian untuk memeriksa data yang dikumpulkan. Dalam penelitian tersebut, tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan dan untuk menghindari kesalahan data yang peneliti simpulkan, maka peneliti memeriksa kembali terhadap data yang telah dikumpulkan. Hal ini peneliti lakukan untuk menghindari dari kesalahan dan ketidakbenaran data.

Adapun teknik yang peneliti gunakan dalam pemeriksaan data

dalam penelitian ini adalah :

  1. Perpanjangan Keikutsertaan

Perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti tinggal di lapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai. Perpanjangan keikutsertaan akan meningkatkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Peneliti dapat mempelajari kebudayaan, dapat menguji ketidak benaran baik dari diri sendiri maupun dari responden, dan membangun kepercayaan subyek.

  1. Ketekunan Pengamatan

Ketekunan pengamatan dilakukan dengan maksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isi yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Dengan kata lain, jika perpanjangan keikutan sertaan menyediakan lingkup, maka ketekunan pengamatan menyediakan kedalaman. Dalam hal ini peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor –faktor yang menonjol, kemudian di telaah untuk keperluan itu teknik ini menuntut agar peneliti mampu menguraikan secara rinci bagaimana proses penemuan secara relatif dan penelaahan secara rinci tersebut dapat dilakukan.

 

  1. Triangulasi

Dari tahap ketekunan diatas, peneliti juga menggunakan model triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatau diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data. Dalam penelitian ini melakukan triangulasi dengan perbandingan teori triangulasi dengan sumber berarti peneliti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi. Pada metode ini, triangulasi dapat diperoleh dengan berbagai cara:

  1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
  2. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
  3. Membandingkan apa dikatakan orang terhadap situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
  4. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat pandangan orang seperti rakyat (awam),orang yang berpendidikan menengah atau tinggi,orang yang berada dan orang pemerintah

 

REFERENSI

[1] Lexi J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitaif (Bandung : PT Remaja Rosda Karya,

2002),hal.3

[2] Miles, Matthew B. Dan Michel Huberman. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan : Tjejep RR ( Jakarta : UI Press, 1992), hal. 16.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s