Archive for the ‘ilmu’ Category

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Kajian Teoritis
    1. Pengertian Ketenagakerjaan

Pengertian Ketenagakerjaan menurut UU No 13 Tahun 2013 adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/ atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.[1]

Tenaga kerja didefenisikan sebagai sekumpulan orang yang mempunyai keinginan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, pada tingkat gaji atau upah tertentu dalam rentang waktu tertentu. Setiap tenaga kerja memperoleh balas jasa berupa upah atau gaji, yang telah ditentukan sebelumnya.

https://hengusblog.wordpress.com

Hak-Hak Dan Kewajiban Pekerja

Mengenai hak-hak pekerja antara lain sebagai berikut :[2]

  • Hak mendapat upah atau gaji ( Pasal 1602 KUH Perdata, Pasal 88 s/d 97 Undang-undang No 13 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah).
  • Hak atas pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 4 Undang-undang No.13 Tahun 2003).
  • Hak bebas memilih dan pindah pekerjaan sesuai bakat dan kemampuannya (Pasal 5 Undang-undang No.13 Tahun 2003).
  • Hak atas pembinaan keahlian kejuruan untuk memperoleh serta menambah keahlian dan keterampilan ( Pasal 9-30 Undang-undang NO.13 tahun 2003).
  • Hak mendapatkan perlindungan atas keselamatan, kesehatan serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama (Pasal 3 Undang-undang No.3 Tahun 1992 tentang Jamsostek).
  • Hak mendirikan dan menjadi anggota Perserikatan Tenaga Kerja ( Pasal 104 Undang-undang No.13 Tahun 2003. Undang-undang No.21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh).
  • Hak atas istirahat tahunan, tiap-tiap kali setelah ia mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan berturut-turut pada satu majikan atau beberapa majikan dari satu organisasi majikan (Pasal 79 Undang-undang No.13 Tahun 2003).
  • Hak atas suatu pembayaran pengganti istirahat tahunan (Pasal 150-172 Undang-undang No.13 Tahun 2003).
  • Hak untuk melakukan perundingan atau penyelesaian perselisihan industrial melalui bipartit, konsoliasi, arbitrase dan penyelesaian melalui pengadilan (Pasal 6-115 Undang-undang No.2 Tahun 2004).

Disamping mempunyai hak-hak sebagaimana diuraikan diatas, pekerja juga mempunyai kewajiban sebagai berikut :

  • Wajib melakukan prestasi/ pekerjaan bagi majikan.
  • Wajib mematuhi aturan perusahaan.
  • Wajib mematuhi perjanjian kerja.
  • Wajib mematuhi perjanjian perburuhan.
  • Wajib menjaga rahasia perusahaan.

 

  1. Konsep Kerja Dalam Islam

Taqwa merupakan dasar utama kerja, apapun bentuk dan jenis pekerjaan, maka taqwa merupakan petunjuknya. Memisahkan antara taqwa dengan iman berarti mengucilkan Islam dan aspek kehidupan dan membiarkan kerja berjalan pada wilayah kemaslahatannya sendiri. Perlu kiranya dijelaskan disini bahwa kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan didalamnya, oleh karenannya kerja merupakan bukti adanya iman dan barometer bagi pahala dan siksa. Hendaknya setiap pekerjaan disamping mempunyai tujuan akhir berupa upah atau imbalan, namun harus mempunyai tujuan utama, yaitu memperoleh keridhaan Allah SWT. Prinsip inilah yang harus dipegang teguh oleh umat Islam sehingga hasil pekerjaan bermutu sepanjang zaman.

https://hengusblog.wordpress.com

  1. Upah (Ujrah)
    1. Pengertian Upah (Ujrah)

Upah dalam bahasa Arab disebut Al-ujrah. Dari segi bahasa al-ajru yang berarti ‘iwad (ganti), oleh sebab itu al-sawal (pahala) dinamakan juga al –ajru atau al-ujrah (upah). Pembalasan atas  jasa yang diberikan sebagai imbalan atas manfaat suatu pekerjaan. Menurut Idris Ahmad bahwa upah artinya mengambil tenaga orang lain dengan jalan memberi ganti menurut syarat-syarat tertentu.[3]

Menurut Afzalurrahman Upah adalah harga yang dibayarkan pekerja atas jasanya dalam produksi kekayaan, seperti faktor produksi lainnya, tenaga kerja diberi imbalan atas jasanya, dengan kata lain, upah adalah harga dari tenaga yang dibayar atas jasanya dalam produksi.[4]

Nurimansyah Haribuan juga mendifinisikan bahwasannya upah adalah segala macam bentuk penghasilan (earning) yang diterima buruh (tenaga kerja) baik berupa uang ataupun barang dalam jangka waktu tertentu pada suatu kegiatan ekonomi.[5]

Upah dapat didefenisikan dengan sejumlah uang yang dibayar oleh orang yang memberi pekerjaan kepada seorang pekerja atas jasa sesuai perjanjian.[6]  Sedangkan upah dalam Undang-Undang RI no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan adalah hak buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi  pekerja atau buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasa yang telah dilakukan.[7]

Dari defenisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa upah adalah pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan berdasarkan jumlah pekerja yang telah diselesaikan misalnya jumlah unit produksi. Berdasarkan prinsip keadilan, upah masyarakat Islam akan ditetapkan melalui negosiasi antara pekerja, majikan, dan negara. Dalam pengambilan keputusan tentang Upah (ujrah) maka kepentingan pencari nafkah dan majikan akan dipertimbangkan secara adil. Untuk menjadi tanggung jawab negara Islam, dapat mempertimbangkan tingkat ujrah yang ditetapkan agar tidak terlalu rendah sehingga tidak mencukupi biaya kebutuhan pokok para pekerja juga tidak terlalu tinggi yang mengakibatkan majikan kehilangan baginya yang sesungguhnya dari hasil kerjasama itu. Agar dapat menetapkan suatu tingkat upah yang cukup, negara perlu menetapkan terlebih dahulu tingkat upah minimumnya dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan pokok dari pekerja golongan bawah dan dalam keadaan apapun tingkat upah ini tidak akan jatuh. Tingkat minimum ini sewaktu-waktu harus ditinjau kembali untuk melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan tingkat harga dan biaya hidup. Tingkat maksimumnya tentu akan ditetapkan berdasarkan sumbangsih tenaga dan akan sangat bervariasi. Dengan demikian tugas utama negara adalah memperhatikan agar setiap pekerja dalam negara memperoleh upah yang cukup untuk mempertahankan suatu tingkat kehidupan yang wajar.[8] Taqiyyudin an-Nabhani dalam bukunya “pemerintah berhak memaksa pihak-pihak yang bergerak di bidang produksi jika masyarakat membutuhkan jasa mereka, seperti petani (produsen padi), penjahit (produsen sandang), dan tukang bangunan (produsen papan) untuk menjual jasa mereka dengan menerima sejumlah upah yang sepadan (ujrah al-misli)[9].

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka upah menurut pandangan Islam dibagi menjadi beberapa tingkatan:[10]

  1. Tingkat upah minimum
  2. Upah tertinggi
  3. Tingkat upah yang sesungguhnya

Dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja No.150 Tahun 2001 dan Keputusan Menteri Keuangan tentang PPh pasal 21 tahun 2003, dijelaskan mengenai tingkat upah yang diterima karyawan. Upah yang diterima karyawan dibagi atas beberapa golongan antara lain[11] :

  • Upah Harian Lepas

Upah yang diterima bila dalam satu hari kerja jika seseorang melakukan pekerjaan yang telah ditentukan. Orang yang bekerja dengan upah harian lepas biasanya tidak terikat kerja kepada majikan.

  • Upah Pegawai Tetap

Upah yang diperoleh seseorang berdasarkan jangka waktu yang telah ditetapkan dengan jumlah yang diterimanya pun bersifat tetap seperti gaji bulanan.

  • Upah Borongan

Upah yang diperoleh seseorang sesuai kesepakatan antara pekerja (ajir) dengan majikan (mustajjir) dan besarnya upah yang diterima juga tergantung kesepakatan diantara kedua belah pihak, jenis pekerjaan yang telah disepakati ini harus selesai dilakukan tanpa campur tangan dari mustajjir.

  • Upah Honorium

Upah yang diterima jika pekerjaan dilakukan dan sedangkan jumlahnya tergantung dari kesepakatan pekerja dengan majikan. Orang yang menerima upah honorium biasanya tidak terikat kerja dengan majikan.

Disyaratkan agar upah (Ujrah) dalam transaksi ijarah harus jelas, dengan bukti dan ciri yang bisa menghilangkan ketidakjelasan. Apabila tidak jelas, maka tidak sah. Apabila transaksi Ijarah tersebut telah dilakukan terhadap suatu pekerjaan, dimana bagi pekerjanya berhak memperoleh gaji karena transaksi tersebut, maka upah tersebut tidak wajib diserahkan kecuali bila pekerjaannya selesai, sehingga begitu pekerjaanya selesai, gaji tersebut harus segera diberikan.[12] Apabila gaji tersebut diberikan dengan suatu tempo, maka harus diberikan sesuai dengan temponya. Apabila disyaratkan untuk diberikan harian, atau bulanan, atau kurang dari itu, ataupun lebih, maka gaji tersebut tetap harus diberikan sesuai dengan kesepakatan tadi. Menurut Taussig, teori dana upah hampir seratus tahun telah menjadi kontroversi.[13]

Mengenai penyerahan upah ini secara terperinci dalam Islam telah memberikan pedoman yaitu selesainya pekerjaan dan mempercepat dalam bentuk pelayanan atau kesepakatan kedua belah pihak sesuai dengan syarat yaitu mempercepat pembayaran upah pekerja. berdasarkan prinsip keadilan upah dalam masyarakat Islam ditetapkan melalui negosiasi antar pekerja pengusaha dan negara, serta pemerintah mempunyai peran penting dalam penetapan upah agar di antara pihak tidak terjadi penganiayaan, dalam Islam dijelaskan bahwa antar pekerja dan pengusaha dilarang berbuat aniaya, keadilan  mereka harus ditegakkan Pengusaha harus membayar pekerja dengan bagian yang seharusnya mereka terima sesuai dengan kerjanya begitu juga pekerja dilarang memaksa pengusaha untuk membayar melebihi kemampuannya, dalam pelaksanaan pemberian upah yang merupakan hak pekerja.

https://hengusblog.wordpress.com

  1. Bentuk Upah

Sesuai dengan ‘urf  upah (ujrah) bisa berbentuk uang yang dibagi menurut ketentuan yang seimbang tetapi upah dapat berbentuk selain itu, upah dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu[14] :

  • Upah yang telah disebutkan dalam perjanjian dan dipersyaratkan, ketika disebutkan harus disertai adanya kerelaan dari kedua belah pihak dengan upah yang telah ditetapkan tersebut dan tidak ada unsur paksaan. Upah ini disebut dengan Ajrun Musamma.
  • Upah yang sepadan dengan kondisi pekerjaannya baik sepadan dengan jasa kerja maupun sepadan dengan pekerjaannya saja. Upah ini disebut dengan Ajrun Mitsil
  1. Syarat-Syarat Upah ( Ujrah )

Syarat-syarat upah yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut[15] :

  • Upah hendaknya jelas dengan bukti dan ciri yang bisa menghilangkan ketidakjelasan, maksudnya besar kecilnya upah dan bentuk upah disebutkan.
  • Upah harus dibayarkan segera mungkin atau sesuai waktu yang ditentukan dalam akad.
  • Upah tersebut bisa dimanfaatkan oleh pekerja (ajir) untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya dan keluarganya ( baik dalam bentuk uang atau barang dan jasa
  1. Standar Kelayakan Upah (Ujrah)
  2. Standar Kelayakan Upah di Indonesia

Upah adalah  hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja pada pekerja/ buruh yang ditetapkan dan dinyatakan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, peraturan pemerintah, termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya atas suatu pekerjaan. Ini membuktikan bahwa hak pekerja telah diatur dalam perjanjian dan peraturan perundang-undangan juga mempertimbangkan pekerja yang sudah bekeluarga untuk memberi upah yang layak. Hasil amandemen Undang-undang 1945 dikatakan bahwa

Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”[16]

Telah disebutkan dengan jelas dalam Undang-Undang Dasar tersebut, bahwa seluruh warga negara Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak dan sejahtera dari pemerintah. Menjadikan undang-undang itu sebagai pondasi utama untuk memelihara warganegara Indonesia khususnya mendapat pekerjaan dan upah yang sesuai.

  1. Standar Kelayakan Upah Dalam Islam

Standar kelayakan upah adalah suatu rambu-rambu pengupahan yang dikenal dengan upah minimum, sedangkan dalam Islam secara praktis tidak menyebut sistem dan besaran upah yang layak untuk diberikan, tetapi Islam memberi gambaran umum bagaimana etika tata cara dalam sistem ekonomi khususnya memberi upah kepada yang berhak. Islam lebih menekankan upah pada konsep moral, tidak hanya sebatas materi tetapi menembus batas kehidupan yakni dimensi akhirat, yang disebut pahala.[17] Rambu-rambu pengupahan dalam Islam ada 2 yaitu adil dan layak, adil bermakna jelas dan transparan serta proposional, sedangkan layak berarti cukup pangan, sandang, papan serta sesuai dengan keadaan ekonomi saat itu.

Upah termasuk dalam syari’at Islam yang pada pokoknya bertujuan untuk kemaslahatan manusia baik didunia dan akhirat. Kemaslahatan itu akan terwujud dengan cara terpeliharanya kebutuhan yang bersifat daruriyat, hajiyat, dan terealisasinya kebutuhan tahsiniyat bagi manusia itu sendiri.[18] Kebutuhan Daruriyat yaitu segala hal yang menjadi eksistensi kehidupan manusia yang harus ada demi kemaslahatan mereka. Kebutuhan Hajiyat adalah segala sesuatu yang sangat dihajatkan menusia untuk menghilangkan  segala kesulitan dan menolak segala halangan. Sedangkan kebutuhan Tahsiniyah yaitu tindakan atau sifat-sifat yang pada prinsipnya berhubungan dengan al-Makarim al-Akhlaq.[19] Perlu ditegaskan bahwa ketiga jenis kebutuhan manusia tersebut dalam mencapai kesempurnaan syar’i maka sulit untuk dipisahkan satu sama lain. Kebutuhan yang paling esensial adalah daruriyat. Ketiga jenis kebutuhan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Dalam pola masyarakat Islam, upah yang layak bukanlah suatu konsesi, tetapi suatu hak asasi, yang dapat dipaksakan oleh seluruh suatu kekuasaan negara.[20] Disemua negara Islam seluruh dunia, sangat perlu ditegaskannya kembali cita-cita dinamik yang mengatur undang-undang perburuhan, dan menerima prinsip hak-hak buruh yang diakui dunia, hak untuk mogok, mendapat upah yang layak, jaminan sosial, dan lainya.

https://hengusblog.wordpress.com

  1. Faktor –Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Pengupahan[21] :
  2. Tingkat upah dan gaji yang berlaku. Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan ialah langka atau tidaknya tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus tertentu dan sangat dibutuhkan oleh organisasi yang bersangkutan.
  3. Tuntutan serikat pekerja. Di masyarakat eksistensi serikat pekerja diakui, sangat mungkin terdapat keadaan bahwa serikat pekerja berperan dalam mengajukan tuntutan tingkat upah dan gaji yang lebih tinggi dari tingkat yang berlaku.
  4. Agar mampu mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, suatu organisasi memerlukan tenaga kerja yang produktif. Apabila para pekerja merasa bahwa mereka tidak memperoleh imbalan yang wajar, sangat mungkin mereka tidak akan bekerja keras. Artinya, tingkat produktivitas mereka akan rendah.
  5. Kebijakan organisasi mengenai upah dan gaji. Kebijakan suatu organisasi mengenai upah dan gaji bagi para karyawannya tercermin pada jumlah uang yang dibawa pulang oleh para karyawan tersebut.
  6. Peraturan perundang-undangan. Pemerintah berkepentingan dalam bidang ketenagakerjaan dan oleh karenanya berbagai segi kehidupan kekaryaan pun diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Misalnya tingkat upah minimum, upah lembur, mempekerjakan wanita, mempekerjakan anak dibawah umur, keselamatan kerja, hak cuti, jumlah jam kerja dalam seminggu, hak berserikat dan lain sebagainya.

Jelaslah bahwa suatu sistem pengupahan yang baik tidak bisa dilihat dari satu sudut kepentingan saja, misalnya organisasi pemakai tenaga kerja saja atau kepentingan karyawan saja, akan tetapi kepentingan dari berbagai pihak yang turut terlibat, baik langsung maupun tidak langsung.

https://hengusblog.wordpress.com

  1. Sistem Upah (Ujrah) dalam Islam

Ada perbedaan pendapat yang besar dikalangan ekonomi mengenai masalah penetapan upah. Seberapa upah seorang pekerja yang harus diterima atau bagaimana upah tersebut ditetapkan. Sebagian mengatakan bahwa upah ditetapkan berdasarkan tingkat kebutuhan hidup, lainnya menetapkan berdasarkan Produktifitas Marginal.[22]

Islam mewujudkan suatu penyelesaian yang sangat baik atas masalah upah dan menyelamatkan kepentingan kedua belah pihak, kelas pekerja dan para majikan tanpa melanggar hak-hak yang sah dari majikan. Seorang tidak dibenarkan bertindak kejam terhadap kelompok pekerja dengan menghilangkan hak sepenuhnya dari bagian mereka. Upah ditetapkan dengan cara yang paling tepat tanpa harus menindas pihak manapun. Setiap pihak memperoleh bagian yang sah dari hasil kerjasama mereka tanpa adanya ketidakadilan terhadap pihak lain.

[1] Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

[2] Undang-Undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

 

 

[3]Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah…hal. 115

[4] Zainal Asikin dkk, Dasar-Dasar H ukum Perburuhan, (Jakarta , Rajawali Pers 2010), hal 68

[5] Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam jilid 2,(Yogyakarta, PT. Dana Bakti  Prima Yasa 1995),  hal 361

 

[6] Afzalur Rahman,.Dokrin Ekonomi Islam…,hal 366-380

[7] Undang-Undang RI no 13 Tahun 2003, Tentang Ketenagakerjaan, hal.  4

[8] Afzalur Rahman,.Dokrin Ekonomi Islam…,hal 366-380

[9] Taqyuddin An-Nabhani, Membangun Sistem ekonomi Alternatif: perspektif Islam, (Surabaya, Risalah Gusti, 2002) , hal 103

[10] Afzalur Rahman, Dokrin Ekonomi Islam…,hal 365-374

[11]  Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.150 Tahun 2001 Dan Keputusan Menteri Keuangan Tentang PPh Pasal 21 Tahun 2003, Dikutip Dari ww.Kajianpustaka.Com/2012/10/Gaji-Dan-Upah.Html?M=1, Diakses  Tanggal 17 Desember 2015

 

[12] Taqyuddin An-Nabhani, Membangun Sistem ekonomi Alternatif: perspektif Islam, hal 90

[13] Ibid …87

[14] Taqiyuddin An Nabhani, Sistem Ekonoimi Islam, (Bogor: Al Azhar Press, 2009) Hal 102

 

[15] Ibid…hal 103

 

[16] Pasal 27 Ayat (27), lihat skripsi, Heri Setiawan, Upah pekerja/ Buruh Perspektif Hukum Positif dan hukum islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, (Yogyakarta, 2014)

[17] Muhammad Darwis, Upah Minimum Regional Perbandingan Hukum Positif Dan Hukum Islam,( Yogyakarta, Jurnal Hukum Islam, Volume XI No.1). hal.118

[18] Alaiddin Koto, Ilmu Fiqh Dan Ushul Fiqh, (Jakarta , PT Raja Grafindo Persada, 2009) hal  122

[19] Ibid…hal 122-125

[20] Muhammad  Abdul  Manam, Teori Dan Praktek Dasar-Dasar Ekonomi Islam, Alih Bahasa M.Nastangin, (Yogyakarta, PT Dana Bhakti Prima Yasa, 1997)  hal.117

[21] Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta,PT.Bumi Aksara,2010),  hal 263-267

[22] Afzalur Rahman, Dokrin Ekonomi Islam…, hal 362

Iklan

                                                MAKALAH

                           MANAJEMEN KEUANGAN ISLAM

 

                                                        D

                                                        I

                                                        S

                                                       U

                                                       S

                                                       U

                                                       N

 

                                                       O

                                                       L

                                                       E

 H

 

                                        HENDRI AGUS

                                        SEMESTER VII

 

                   SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

                                               NATUNA

                             TAHUN AKADEMIK 2013/2014

 

HUKUM ISLAM DALAM MUAMALLAH

 

Daftar isi.

 

  1. A. Pendahuluan…………………………………………………………………….

 

  1. Hubungan Usaha Menurut Syariah Islam………………………………………

 

  1. Akad Umum Dalam Akad Usaha……………………………………………….

 

  1. Pengertian Dan Rukun Akad……………………………………………………
  2. Pengertian Akad……………………………………………………………..
  3. Rukun Akad…………………………………………………………………
  4. Kompetensi Manusia…………………………………………………………….
  5. Pengertian……………………………………………………………………
  6. Klasifikasi Kompetensi……………………………………………………..
  7. Faktor Kekuasaan Syar’i……………………………………………………
  8. Terminologi Kompetensi…………………………………………………….
  9. Penyebab Munculnya Kekuasaan Syar’i……………………………………
  10. Kapan Seseorang memiliki Kompetensi Penuh Dalam Finansial…………..
  11. Hukum Kegiatan Finansial Oleh Anak Kecil Yang Sudah Nalar…………..
  12. Kompetensi Seorang Wanita………………………………………………..
  13. Kendala Kompetensi………………………………………………………..

10.Ukuran Akad Adalah Tujuan Dan Bukan Lafal Dan Zahir Ucapan……….

 

  1. Hak Pilih(Khiyar) Dalam Akad…………………………………………………
  2. Pengertian Khiyar …………………………………………………………..
  3. Macam-Macam Hak Pilih …………………………………………………..
  4. Cacatnya Akad …………………………………………………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HUKUM ISLAM DALAM MUAMALAH

 

A.PENGERTIAN JUAL BELI

Jual beli dalam bahasa arab terdiri atas dua kata yang mengandung makna berlawana,yaitu Al ba’I yang bearti jual dan Asy Syira’a yang artinya beli.menurut istilah hukum syarak,jual beli adalah penukaran suatu benda atau penukaran harta (dalam pengertian luas) atas dasar saling rela atau tukar menukar auatu benda atau (barang) yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan (akad) tentu atas dasar suka sama suka.

 

B.HUBUNGAH USAHA MENURUT SAYRIAH ISLAM

Kegiatan Usaha pada hakikatnya adalah kumpulan transaksi-transaksi ekonomi yang mengikuti tatanan tertentu dalam islam,transaksi utama dalam kegiatan usaha adalah kegiatan rill yang menyangkut  suatu objek tertentu,baik objek berupa barang atau jasa.menurut Ibnu Khaldun tingkat kegiatan usaha manusia yang berkaitan dengan hasil sumber daya alam,misalnya pertanian,perikanan,dan pertambangan.

 

C.AKAD UMUM DALAM AKAD USAHA

Warisan ilmu fikih memiliki dan memuat berbagai rincian dan penetapan dasar-dasar akad Usaha sehingga dapat mewujudkan tujuannya,dan sekaligus dapat memenuhi kebutuhan umat pada saat yang sama,serta melahirkan bagi umat Islam beberapa kaidah dan pandangan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita.semakin jelas rinci dan cermat dalam membuat akad Usaha,maka akan semakin kecil kemungkinan terjadinya konflik dan pertentangan antara kedua belah pihak dikemudian hari.

 

D.PENGERTIAN DAN RUKUN AKAD

1.Pengertian Akad

Akad yang dalam bahasa Indonesia disebut Akad,yang merupakan konsekuensi logis dari hubungan sosial dalam kehidupan manusia.

Islam sebagai agama yang konfrehenshif dan Universal memberikan aturan yang cukup jelas dalam akad untuk dapat diimplementasikan dalam setiap masa.sehingga aqad atau akad digunakan dalam banyak arti yang keseluruhannya kembali pada bentuk ikatan atau perhubungan terhadap dua hal.sementara itu,akad menurut istilah adalah keterkaitan keinginan diri dengan keinginan orang lain dengan cara yang memunculkan adanya komitmen tertentu yang disyariatkan.

Sedangkan pengertian akad dalam bahasa arab adalah pengikatan antara ujung-ujung sesuatu.Ikatan disini tidak dibedakan apakah berbentuk fisik atau kiasan. Menurut pengertian istilah yaitu ikatan antara ijab dan Kabul yang diselenggarakan menurut ketentuan syariat dimana terjadi konsekuensi hukum atas sesuatu.

   2.Pengertian Rukun

Dalam pengertian para fukaha rukun adalah pokok sesuatu dan hakikatnya merupakan bagian dari yang sangat terpenting daripadanya,meskipun berada diluarnya seperti ruku’ dan sujud merupakan hakikat dan pokok shalat.

Ijab adalah ungkapan atau ucapan atau sesuatu yang bermakna demikian,yang datang dari orang yang memiliki barang. Kabul adalah ungkapan ataau ucapan atau sesuatu yang bermakna demikian yang datangnya dari orang yang dipindahkan kepemilikan barang terssebut kepadanya.

Ijab dan Kabul ini sangat penting karena menjadi indikator  kerelaan mereka yang melakukan akad.Dalam fiqih muamalah,ijab dan Kabul ini adalah komponen dari shighatul aqad yaitu ekspresi dari dua pihak yang menyelenggarakan aqad atau aaqidam yang mencerminkan kerelaan hatinya untuk memindahkan kepemilikan.

  1. a) Ada pihak yang bertransaksi

            Pihak yang menyelenggarakan akad ini dapat sebagai pembeli atau penjual atau orang yang memiliki hak dan yang akan diberi hak.keduanya mempunyai syarat yang sama yaitu,pertama,berakal mummayiz.

  1. b) Ada barang/harta/kekayaan serta objek transaksi

            Barang/harta/kekayaan merupakan sesuatu yang dapat digunakan dan memiliki nilai material bagi orang-orang.hal ini berarti bahwa sesuatu yang mempertimbangkan mal dari sebuah pandangan juristik butir seharusnya dinilai.

  1. c) ada kesepakatan bersama dalam menyerahkan (ijab) dan menerima (Kabul)

            Pengucapan akad itu adalah ucapan yang dilontarkan oleh orang yang melakukan akad untuk menunjukkan keinginannya yang mengesankan bahwa akad itu ssudah berlangsung.

  1. d) Jenis akad

            Banyak akad yang umum dikenal dalam fiqih muamalah dengan memandang kepada apakah akad itu diperolehkan dari syarak atau tidak.

1) Sah dan Tidak Sahnya Akad

Dengan memandang apakah akad itu memenuhi syarat dan rukunnya atau tidak,dapat dibagi menjadi dua,yaitu akad sah dan akad tidak sah.Akad sah adalah akad yang diselenggarakan dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya,hukumnya adalah akad ini berdampak pada tercapainya realisasi yang dituju oleh akad tersebut yaitu perpindahan hak milik.sedangkan akad yang tidak sah adalah akad yang salah satu rukunnya ataau syarat pokoknya tidak dipenuhi.hukumnya adalah bahwa akad tersebut tidak memiliki dampak apapun,tidak terjadi pemindahak kepemilikan daan akad dianggap batal seperti jul bangkai,babi.

2) Nama Akad

            Dari segi penamaan,maka akaad dapaat dibagi menjadi dua,yaitu akad musamma dan ghairu musamma. Akad musamma adalah akad yang sudah diberi nama tertentu oleh syarak seperti jual beli dan lain-lain.sedangkan akad ghairu musamma akad yang belum diberi nama tertentu dalaam syarak demikian pula hukum-hukum yang mengaturnya.

3) Sahkah Akad Dengan Terjadinya Serah Terima Barang?

            Para Ulama sepakat bahwa akad itu sudah dianggap sah dengan adanya pengucapan lafal akad tersebut,namun mereka berbeda pendapat apakah akad itu sah dengan sekedar adanya serah terima ketika seorang penjual menyerahkan barang daan pembeli menyerahkan uang bayarannya tanpa adanya ucapan dari seorang diantara mereka berdua.

4) Syarat Ijab Akad serah Terima

(a) Harus berada dalam satu lokasi,karena ijab itu hanya bisa menjadi bagian dari akad apabila ia bertemu langsung dengan Kabul.

(b) Hal yang menjadi penyebab terjadinya harus tetap ada sehingga terjadinya Kabul dari pihak kedua yang ikut dalam akad.jika ijab itu ditarik oleh pihak pertama,lalu dataang Kabul,itu dianggap Kabul tanpa ijab dan itu tidak ada nilainya sama sekali.

(c) Tidak adanya hal yang menunjukkan penolakan atau pengunduran diri dari pihak kedua,karena hal itu membatalkan ijab.jika datang lagi penerimaan sesudah itu,sudah tidak ada gunanya lagi,karena tidak terkait lagi dengan ijab sebelumnya secara tegas sehingga akad bisa dilangsungkan.

(5) Klasifikasi Akad

Akad memliki banyak klasifikasi melalui sisi pandang yang berbeda-beda.disini akan kita singgung sebagian klasifikasi tersebut.

(a) Dari sisi hukum taklifi

Berkaitan dengan soal akad ada beberapa hukum syariat yang ditetapkan.berdasarkan sudut pandang ini,akad terbagi menjadi lima.

(1) Akad wajib,seperti akad nikah bagi orang yang sudah mampu menikah,memiliki bekal untuk menikah dan khawatir dirinya akan berbuat maksiat jika tidak segera menikah.

(2) Akad sunah, seperti meminjamkan uang,memberikan wakaf dan sejenisnya,dan inilah dasar dari segala bentuk akad yang disunahkan

(3) Akad Mubah,seperti akad jual beli,penyewaan dan sejenisnya,dan inilah dasar hukum dari setiap bentuk akad pemindahan kepemilikan baik itu yang besifat materi atau fasilitas.

(4) Akad Makruh, seperti menjual anggur kepada orang yang masih diragukan apakah iaa akan membuatnya menjadi minuman keras atau tidak.inilah dasar hukum dari setiap bentuk akaad yang diragukan akan bisa menyebabkan kemaksiatan.

(5) Akad Haram, yakni perdaganggan riba,menjual barang haram seperti bangkai,darah,daging babi dan sejenisnya.

(b) Dari sudut pandang sebagai harta atau bukan material

Jika ditinjau dari sisi sebagai harta atau bukan, akad terklasifikasikan menjadi tiga :

  • Akad harta dari kedua belah pihak disebut sebagai perjanjian materi,seperti jual beli secara umum,jual-beli salm dan sejanisnya.Demikian juga akad terhadap fasilitas,seperti penyewaan dan peminjaman barang.
  • Akad selain harta dari kedua belah pihak.Yakni akaad yang terjadi terhadap suatu pekerjaan tertentu tanpa imbalan uang,seperti genjatan senjata antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir harbi,akad penjaminan,wasiat dan sejenisnya.
  • Akad harata dari saatu pihak lain seperti akad khulu’, akad jizyah,akad pembebasan denda,dan sejenisnya.

(c) Dilihat dari sudut pandang akad permanen atau non permanen.

Dilihat dari sudut  permanen atau tidaknya  suatu akad,dapat diklasifikasikan menjadi tiga:

  • Akad permanen dari kedua belah pihak, yakni akad yang terjadi dimana masing-masing dari kedua belah pihak tidak mampu membatalkan akad tersebut tanpa kerelaan pihak lain.seperti akad jual beli.
  • Akad tidak permanent dari kedua belah pihak yakni bahwa salah satu dari kedua belah pihak bila menghendaki bisa membatalkan akad tersebut. Contohnya : Peminjaman,menanam modal dengan sistem Qiradh.
  • Akad permanen dari salah satu pihak namun non permanen pada pihak lain, seperti pegadaian barang setelah barang ditangaan,penjaminan dan sebagainya.

(d) Dilihat dari sudut pandang apakah ada syarat penyerahan barang langsung ataau tidak.

Dilihat dari keharusan adanya penyerahan barang langsung atau tidak,akan terbagi menjadi dua:

  • Akad yang tidak mengharuskan serah terima barang secara langsung pada saat akad, seperti jual beli secara umum dan lain-lain.
  • Akad yang mengharuskan serah terima secara barang secara langsung,dan akad semacam ini,terbagi pula menjadi tiga :
    • Akad yang disyaratkan harus ada serah terima barang secara langsung seperti hibah,peminjaman uang.dalam semua akad ini, kepemilikan tidak berpindah hanya berdasarkan akad, tetapi harus ada serah terima barang secara langsung.
    • Akad yang mensyaratkan serah terima barang secara langsung sebagai syarat sahnya,jual-beli salm dan penjualan komoditi yang ribawi.dalam akad ini harus ada penyerahan barang langsung dan juga pembayaranya dalam satu waktu, jika tidak akad jual beli itu rusak.
    • Akad yang akan menjadi permanen bila ada serah terima barang secara langsung, seperti hibah dan pegadaian,maka para ulama berpendapat bahwa akad itu tidak dianggap permanen dengan sekedar akad tersebut,tetapi dipersyaratkan serah terima barang untuk menjadikan akad tersebut permanen.orang yang menghibahkan barangnya berhak untuk membatalkan hibahnya sebelum ada serah terima barang menurut mayoritas ulama.

(e) Dilhat dari sudut pandang atau tidaknya kompensasi dalam akad terbagi menjadi dua:

(1) Akad dengan konfansasi, seperti jual-beli,penyewaan,pernikahan dan sebagainya

(2) Akad suka rela, seperti hibah,penitipan,sponsorship,dan sejenisnya,

Pengaruh dari klasifikasi ini adalah sebagai berikut :

  • Adanya syarat untuk harus mengetahui bentuk kompensasi dalam berbagai akad dengan kompensasi.
  • Wajib menunaikan apa yang menjadi akad kedua belah pihak yang terkait.

(f) Dilihat dari sudut pandang legalitasnya

Bilamana dipandang dari sudut legalitasnya,akad terbagi menjadi dua :

  • Akad legal atau akad yang sah, yakni akad yang secara mendasar dan aplikatif memang disyariatkan.Akad yang memenuhi rukun-rukunnya dan aplikasinya secara bersamaan.Sehingga berlaku seluruh konsekuensi akad yang sah,seperti jual-beli,sewa-menyewa dan sejenisnya.
  • Akad Ilegal atau akad yang batal, yakni akad yang dianggap ajaran syariatnya tidak diberlakukan padanya segala konsekuensi akad yang sah.batasnya adalah segala akad yang pada asalnya dan secara aplikatifnya tidak disyariatkan,seperti akad orang gila,anak kecil yang belum Baliqh,atau akad usaha terhadap barang yang haram seperti bangkai,darah,daging babi,dan sejenisnya.

 

E.KOMPETENSI MANUSIA

1.Pengertian

            Kompetensi secara bahasa adalah kelayakan.Dalam istilah ilmu fiqih,kompetensi yang berbahasa arabnya adalah ahliyyah berarti kelayakan seseorang untuk menetapkan atau menerima kewajiban.Yakni kelayakannya dalam menerima hak atau menjalankan  kewajibannya.

2.Klasifikasi Kompetensi

Kompetensi diklasifikasikan menjadi dua :

Kompetensi terhadap kewajiban dan kompetensi melakukan aktivitas.Masing-masing dari kompetensi tersebut bisa kurang dan bisa sempurna.sehingga bisa diklasifikasikan ulang menjadi empat kategori berikut :

  1. Kompetensi wajib penuh, yakni kelayakan seseorang untuk melaksanakan kewajiban dan menerima haknya.
  2. Kompetensi wajib tidak penuh, yakni kelayakan seseorang manusia dalam menerima hak-haknya saja.
  3. Kompetensi beraktivitas penuh, kompetensi optimal untuk melakukan aktivitas adalah kompetensi beroperasi dan beraktivitas,yakni kelayakan seseorang dalam melakukan aktivitas dengan cara yang dianggap disyariatkan.

3.Faktor Kekuasaan Syar’i

  1. a) Dasar landasan, adalah bahwa secara mendasar ia memang orang yang berhak melakukan akad tersebut, ia adalah pemilik akad.itu terjadi karena adanya kompetensi optimal dalam menjalankan kewajiban,sehingga ia bisa mengikatkan diri pada akad tertentu.
  2. b) Kekuasaan Syar’I terhadap orang lain, seperti kekuasaan seorang ayah atau kakek terhadap aanaak cucunya yang masih kecil atau kurang nalarnya.
  3. c) Surat kuasa dari yang berhak.Jika tiga hal ini tidak ada, maka hilanglah kekuasaan syar’i.

 

4.Terminologi Kompetensi

  1. a) Dzimmah (kehormatan dasar). Dzimmaah (kehormatan dasar) secara bahasa kata Dzimmah dalam bahasa arab artinya, adalah ‘ahd (akad).secara terminologis,artinya adalah karakter pada diri seseorang yang menyebabkan dirinya berkemampuan untuk membebani atau terbebani hukum berdasarkan akad yang terjadi antara Allah dengan Hamba-Nya ketika masih berada di punggung orang tuanya.
  2. b) Akal,yaitu karakter yang membuat seseorang berkopetensi memahami pembicaraan.perbedaann antara akal dengan kehormatan aadalah bahwa kehormatan dasar manusia hanya menjadikan dirinya berkemampuan membebani atau terbebani hukum.sementara akal membuat manusia mampu memahami ucapan.
  3. c) Taklif (pembebanan hukum).Arti Taklif secara bahasa adalah perintah melakukan hal yang berat,secara terminologis dalaam ilmu Fiqih, artinya pembebanan hal yang merupakan tugas.
  4. d) Al-Wilayah (kekuasaan Syar’i) Al-Wliayah adalah kekuasaan secara Syar’I terhadap diri sendiri atau terhadap harta yang membawa konsekuensi terlaksananya aktivitas sesuai ketentuan syariat pula.

 

5.Penyebab Munculnya Kekuasaan Syar’i

  1. a) Dasar landasan, yaitu bahwa seacara mendasar ia memang seorang yang berhak melakukan akad tersebut.ai adalah pemilik akad.
  2. b) Kekuasaan Syar’I terhadap orang lain,seperti kekuasaan seorang ayah atau kakek terhadap anak atau cucunya yang masih kecil atau kurang nalarnya.
  3. c) Surat kuasa dari pihak yang berhak, jika ketiga hal ini tidak ada, maka hilanglah kekuasaan syar;I tersebut.

 

  1. Kapan Seseorang Memiliki Kompetensi Dalam Kegiatan Finansial?

Kompetensi itu dimiliki  seseorang yang telah mimpi basah dan telah baliqh secara sempurna.Allah memperingatkkan,janganlah ara wali ikut mengambil atau memakan harta anak yatim secaara berlebihan.apabia wali tersebut orang yang mampu hendaklah ia menahan diri agar tidak ikut memakan harta anak yatim tersebut.

 

7.Hukum Kegiatan Finansial Oleh Anak Kecil Yang Sudah Nalar/Mayyiz

Kegiatan seperti itu terbagi menjadi tiga :

  1. yang hanya mengandung hal-hal yang bermanfaat semata.dalam hal ini kegiatan tersebut sah.seorang anak kecil boleh menerima hibah dan sejenisnya,asal tidak membahayakan dirinya,meskipun itu tanpa seizin walinya sekalipun.
  2. Kegiatan Finansial yang hanya berisi hal-hal yang membahayakan.kegiatan ini berdasakan kesepakatan ulama tidak sah dilakukan anaak kecil,meskipun diizin oleh walinya.
  3. Yang terkadang berguna dan terkadang berbahaya. Seperti jual-beli dan sejenisnya.keduanya berguna,misalnya ketika membeli sang anak kecil dapat memiliki barang,dan ia mendapatkan untung ketika ia menjual sesuatu.namun kedua kegiatan tersebut merugikannya,karena bersifat membelanjakan harta yang ada dalam genggamannya.

 

8.Kompetensi Seorang Wanita

Dalam kompetensi seorang laki-laki dan wanita sama saja.hak-hak yang diterapkan bagi seorang wanita sama yang diterapkan bagi seorang lelaki.tidak ada yang diperdepatkan kecuali dua hal berikut :

  1. Kelayakan wanita untuk menangani akad nikah.
  2. Kelayakan wanita untuk berinfaq dari hartanya lebih dari sepertiga jumlah hartanya tanpa izin suami.

 

 

9.Kendala Kompetensi

Kendala secara bahasa,artinya adalah halangan atau kondisi yang tidak sebagaimana asalnya.berkaitan dengan  hal diatas,maka kendala kompetensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Kendala samawi (berasal dari sang pencipta yaitu, Allah).kendala ini tdak bisa dicampurtangani oleh manusia soal pembuatannya.seperti gila,pingsan,linglung,tidur,sakit dan mati.
  2. Kendala yang diusahakan manusia, Artinya,manusia memiliki kemampuan untuk campur tangan mewujudkanya,seperti mabuk,ketidaktahuan dan utang.

10.Ukuran Akad Adalah Tujuan Dan Bukan Lafal Zahir Ucapan

Jika Akad usaha berlangsung,yang dilihat bukanlah lafal yang diucapkan oleh kedua pihak yang melakukan akad,namun harus dilihat tujuan mereka yang sesungguhnya dari ucapan mereka,karena yang menjadi tujuan adalah pengertian lafal, bukan lahiriahnya saja.lafaal itu merupakan delegasi dari pengertiannya yang menjadi barometer adalah pengertiannya.

 

F.Hak Pilih (Khiyar) Dalam Akad

  1. Pengertian

Secara etimologi, khiyar artinya, memilih,menyisikan dan menyaring. Secara umum artinya adalah menentukan hal yang terbaik dari dua hal ( atau lebih) untuk dijadikan orientasi.

Hikmah diisyaratkannya hak pilih adalah membuktikan dan mempertegas adanya kerelaan dari pihak-pihak yang terkait dalam akad.oleh sebab itu,syariat hanya menetapkan dalam kondisi tertentu saja atau ketika salah satu pihak yang terlibat menegaskanya sebagai persyaratan.

  1. Macam-Macam Hak Pilih
  2. a) Hak pilih dilokasi akad (khiyarul majlis)

yakni semacam hak pilih bagi pihak-pihak yang melakukan akad untuk membatalkan akad atau untuk melanjutkannya selama belum beranjak dari lokasi akad.

  1. b) Hak Pilih Dalam Persyaratan (khiyar asy-syarth)

Yakni persyaratan yang diminta oleh salah satu dari pihak-pihak yang terkait dalam akad,atau diminta masing-masing pihak untuk dirinya sendiri atau untuk pihak lain,untuk diberikan hak menggagalkan akad dalam jangka waktu tertentu.

  1. Hak Pilih Melihat ( khiyar ar-ru’yah)

Maksudnya adalah hak orang yang terikat akad usaha yang belum melihat barang yang dijadikan oblek akad untuk menggagalkan akad itu bila melihatnya dan tidak berkenan.

  1. Hak pilih karena Cacatnya barang (khiyar aib)

Hak pilih ini dimiliki oleh masing-masing dari pihak-pihak yang terikat akad untuk menggagalkan akad tersebut jika tersingkap adanya cacat pada objek pada akad yang sebelumnya tidak diketahui.

  1. Hak pilih menentukan objek akad

Artinya hak bagi pembeli atau penjual untuk memilih dengan konsekuensi persyaratan dalam akad usaha yang dilakukannya,utuk menentukan satu dari dua atau tiga objek yang sama nilai atau harganya.akad itu berlaku pada salah satu dari dua atau tiga objek itu saja,dan salah satu dari pihak-pihak yang melakukan akad tersebut berhak memilih.

 

G.Cacatnya Akad

Gambaran cacatnya akad dapat dipaparkan sebagai berikut :

  1. Intimidasi, yakn mengintimidasi pihak lain untuk melakukan ucapan atau perbuatan yang tidak disukainya dengan gertakan atau ancaman.
  2. Kekeliruan, cacat ini berkaitan dengan objek akad usaha tertentu,yakni dengan menggambarkan objek akad dengan satu gambaran tertentu, ternyata yang tampak berkebalikan.
  3. Ghubn (penyamaran harga barang) Ghubn secara bahasa artinya,adalah pengurangan.dalam terminology ilmu fiqih,artinya adalah pengurangan pada salah satu alat kompensasi,atau berter antara dua alat kompensasi dianggap tidak adil karena tidak sama antara yang diberi dengan yang diterima.

 

 

 

 

 

 

 

 

CONTOH HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN PKL DI BANK SYARIAH MANDIRI

                                                                         BAB I

PENDAHULUAN

I.1     LATAR BELAKANG

Perkembangan dunia dalam era globalisasi memacu pergerakan pendidikan memasuki persaingan yang sangat ketat, kondisi yang seperti ini yang di emban dunia pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal ini diperlukan perpaduan yang koheren, antara kemampuan teoritis yang diperoleh di bangku kuliah dengan kemampuan praktek sebagai tuntutan pragmatis. Hal ini bertujuan untuk memperkecil distori yang mungkin timbul dalam pengetahuan teori dengan aktualisasi praktik.

Praktek Kerja Lapangan merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna. Selain untuk memenuhi kewajiban Akademik, diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan penghubung antara dunia industri dengan dunia pendidikan serta dapat menambah pengetahuan tentang dunia industri sehingga mahasiswa akan mampu mengatasi persaingan di dunia kerja. Dan mengingat mutu pendidikan telah menjadi sorotan di mata dunia pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu membuat dunia menjadi lebih maju dan menjadikannya kehidupan yang lebih baik.

Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kegiatan mahasiswa di masyarakat diperlukan adanya suatu kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan mendidik mahasiswa, diantaranya kegiatan yang sangat membangun mahasiswa diadakannya Praktek Kerja Lapangan (PKL). Praktek Kerja Lapangan merupakan suatu kegiatan kerja mahasiswa yang ditempatkan pada suatu tempat yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditempuhnya dalam waktu tertentu.

Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan dapat membantu mahasiswa agar lebih memahami bidang studi yang di tekuninya dan mendapatkan gambaran nyata pengimplementasian ilmunya di dunia nyata. Mahasiswa akan belajar mengatasi kesenjangan antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan permasalahan di lapangan sebenarnya, yang memerlukan teknologi informasi untuk mendapatkan jalan keluarnya.

Kegiatan yang sangat positif ini bertujuan untuk melatih serta mendidik mahasiswa sehingga terciptanya seorang insan yang unggul dan maju dengan ilmu yang dimiliki sekaligus mempelajari hal-hal lainnya yang didapatkan melalui pengalaman selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, melalui kegiatan seperti ini tentunya sangat membantu mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja yang nyata.

Praktik Kerja lapangan ( PKL ) merupakan bentuk penyelenggaraan perkuliahan yang pelaksanaannya merupakan perpaduan yang harmonis antara pengetahuan teoritis dengan pemahaman praktis, antara belajar di bangku kuliah dengan belajar di dunia kerja.[1] Kegiatan yang melibatkan media dan sarana sebagai pusat dan aktivitas pembelajaran praktik mahasiswa dengan bantuan perusahaan, lembaga keuangan, maupun lembaga keuangan lainnya, serta berbagai struktur organisasi yang kelembagaannya bersifat syariah.

Praktek Kerja Lapangan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna juga didasarkan pada Pedoman Pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna. Praktek kerja Lapangan ( PKL ) pada program studi Ekonomi Islam STAI Natuna merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa sesuai SK MENDIKNAS RI No. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa.

I.2     TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

Adapun tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL), yaitu memberikan pendidikan yang lebih spesifik dan mengarah kepada kemampuan profesional mahasiswa. Selain itu tujuan praktek Kerja Lapangan (PKL) sebagai berikut :

  1. Bagi Perguruan Tinggi ( STAI Natuna )
    1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian akademik dan professional yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha/dunia kerja.
    2. Memperkokoh kesepadanan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.[2]
    3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pendidikan yang menuju profesionalisasi yang humanis.
  2. Bagi Mahasiswa
  3. Sebagai salah satu syarat akademik yang ditentukan sekolah sebagai syarat kelengkapan menyelesaikan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan di Bank Syariah Mandiri.
  4. Memberikan pengertian tentang proses dan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan. Apabila Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan dengan penuh dedikasi, maka banyak pengalaman serta peluang positif yang dapat diperoleh mahasiswa.
  5. Menjadikan mahasiswa lebih kreatif dan inovatif.
  6. Memacu mahasiswa untuk dapat mempraktekkan apa yang didapat dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan diterapkan dalam dunia usaha/kerja mandiri.
  7. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan pada mahasiswa itu sendiri.

I.3     MANFAAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)

Adapun manfaat dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi perguruan tinggi dan mahasiswa, sebagai berikut :

  1. Bagi Perguruan Tinggi ( STAI Natuna )
    1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswanya dengan proses pembelajaran di lapangan kerja.[3]
    2. Memperoleh berbagai kasus yang dapat dipergunakan sebagai materi perkuliahan dan menentukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.
    3. Meningkatkan, memperluas, dan mempercepat kerjasama dengan instansi serta departemen terkait melalui rintisan kerjasama dan mahasiswa yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
  2. Bagi Mahasiswa
  3. Meningkatkan kemampuan tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya saling ketergantungan.
  4. Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya nalar mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah.[4]
  5. Dapat mempraktekkan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah dan diterapkan dalam dunia usaha/kerja.
  6. Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kepedulian sosial dalam diri mahasiswa arti dari sebuah tanggungjawab.

I.4     JADWAL DAN JENIS KEGIATAN

  1. Jadwal

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selam 2 (dua) bulan, yaitu dimulai pada tanggal 03 November s.d. 31 Desember 2014. Praktek ini diadakan setiap hari Senin s.d. Jum’at dan dimulai pada pukul 07.45 WIB s.d. 17.00 WIB.[5]

  1. Tempat

Adapun pelaksanaan Praktek Kerja lapangan (PKL) diadakan/ditempatkan di PT. Bank Syariah Mandiri KCP Natuna beralamat di Jl Soekarno Hatta, Ranai.

  1. Jenis kegiatan

Adapun jenis kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) secara umum di Bank Syariah Mandiri, antara lain :

  • Berdoa sebelum melaksanakan aktivitas di Bank Syariah Mandiri (BSM), yaitu dimulai pada pukul 07.45 WIB.
  • Memulai aktivitas dan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bank Syariah Mandiri dimulai pada pukul 08.00 WIB s.d. 17.00 WIB.
  • Pada saat memulai proses aktivitas Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bank Syariah Mandiri melaksanakan pengajian bersama setiap hari.

BAB II

BANK SYARIAH MANDIRI

II.1   SEJARAH BANK SYARIAH MANDIRI

  1. Sejarah Bank Syariah Mandiri Pusat

Kehadiran  Bank Syariah Mandiri ( BSM ) sejak tahun 1999, sesunguhnya merupakan hikmah dari krisis menerapkan negeri ini. Sebagaimana kita ketahui, krisis ekonomi moneter sejak juli 1997 yang disusul dengan krisis politik nasional sehingga menimbulkan dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. Selain dunia usaha, industri perbankan di Indonesia yang di dominasi oleh bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagai bank-bank di Indonesia.

PT Bank Susila Baki ( BSB ) yang dimiliki Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP ), PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. Pada saat bersamaan, pemerintah tengah melakukan merger empat bank

( Bank Dagang, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo ) ke dalam PT Bank Mandiri ( persero ) pada tanggal 31 Juli 1999. PT Bank Susila Baki ( BKB ) memproses pemilik baru, yaitu PT Bank Mandiri (persero).

Dalam proses merger, Bank Mandiri sambil melakukan konsolidasi juga membentuk tim pengembangan perbankan syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di group Bank Mandiri sebagai respon atas diberlakukannya UU No.10 tahun 1998.yang memberi peluang bank umum melayani transaksi syariah ( dual banking system ).

Pada tanggal 1 November 1999 berdirilah bank Syariah Mandiri dengan jenis usaha Banking ( Sharia Principle ). Dengan Modal awal yang disetor sebesar  IDR 1 Triliun, dan modal ditempatkan sebesar Modal ditempatkan sebesar IDR 658 Miliar. Adapun pemegang saham PT Bank Syariah Mandiri, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (99,999999%) dan PT Mandiri Sekuritas (0,000001%). Dan saat ini, PT Bank Syariah Mandiri ( pusat ) berada di Gedung Bank Syariah Mandiri Jl. MH Thamrin No. 5 Jakarta 10340 – Indonesia[6].

  1. Sejarah Bank Syariah Mandiri KCP Natuna
  2. Bank Syariah Mandiri KCP Natuna diresmikan pada tanggal 29 Desember 2010. Sebagai kantor cabang pembantu, PT. Bank Syariah Mandiri Natuna memiliki aryawan sbanyak 17 orang, antara lain: 1 pimpinan, 2 Officer, PMS, PMM, 1 Gadai, 3 Pegawai Front Liner, 4 Asissten, 3 Security, dan 2 Office boy.
  3. Bank Syariah Mandiri Cabang Natuna berada di Jalan Soekarno Hatta (samping tugu Padamu Negeri), Kelurahan Ranai Kcamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna provinsi Kepulauan Riau. Adapun beberapa Pimpinan BSM yang pernah menjabat adalah sebagai berikut :
  1. Bapak Ahmad Widodo( Desember 2010 s/d Oktober 2012 )
  2. Bapak Anggi Pratama herlani,SE( Oktober 2012 s/d Sekarang )[7]

II.2   JENIS USAHA BANK SYARIAH MANDIRI

  1. Produk pembiayaan
  1. BSM Edukasi

Pembiayaan Edukasi BSM adalah pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah.

  1. BSM Griya

Pembiayaan Griya BSM adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumtif), baik baru maupun bekas, di lingkungan developer maupun non developer, dengan sistem murabahah.

Menggunakan akad pembiayaan, antara lain :

  • Akad yang digunakan adalah akad murabahah.

Akad murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.

  1. Pembiayaan Dana Berputar

Pembiayaan Dana Berputar adalah fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah.

Akad Pembiayaannya sebagai berikut :

  • Akad yang digunakan adalah akad musyarakah

Akad musyarakah adalah akad kerja sama usaha patungan dua pihak atau lebih pemiliki modal (syarik/shahibul maal) untuk membiayai suatu jenis usaha (masyru) yang halal dan produktif.

  1. BSM Implan

Pemberian fasilitas pembiayaan konsumer kepada sejumlah karyawan (kolektif) dengan rekomendasi perusahaan/instansi (approve company), di mana pembayaran angsurannya dikoordinasi oleh perusahaan/instansi melalui pemotongan gaji langsung.

Akad yang digunakan pada pembiayaan IMPLAN adalah Wakalah wal Murabahah/ Wakalah wal Ijarah, yaitu :

  • Wakalah

Antara BSM dan Perusahaan/instansi untuk verifikasi kelengkapan awal, merekomendasikan karyawan/anggotanya untuk mengajukan pembiayaan, dan collection (potong gaji).

  • Murabahah

Antara BSM dan karyawan/anggota untuk pembelian barang.

  • Ijarah

Antara BSM dan karyawan/anggota untuk memperoleh manfaat atas jasa pendidikan

  1. Pembiayaan Resi Gudang BSM

Pembiayaan Resi Gudang adalah pembiayaan transaksi komersial dari suatu komoditas/produk yang diperdagangkan secara luas dengan jaminan utama berupa komoditas/produk yang dibiayai dan berada dalam suatu gudang atau tempat yang terkontrol secara independen (independently controlled warehouse).

Akad Pembiayaan pada pembiayaan resi Gudang disesuaikan dengan skema usaha nasabah (tailor made), dapat berupa :

  1. Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA)

Pembiayaan kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA) adalah penyaluran pembiayaan melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumer para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan.

Pola penyaluran yang dipergunakan adalah executing (kopkar sebagai nasabah), sedangkan proses pembiayaan dari kopkar kepada anggotanya dilakukan dan menjadi tanggung jawab penuh kopkar.

Akad Pembiayaannya, sebagai berikut :

  • Pemberian fasilitas pembiayaan dalam bentuk akad (Mudharabah Line Facility) dan atas setiap pencairan berikutnya dituangkan dalam bentuk akad mudharabah.
  • Penarikan fasilitas harus berdasarkan adanya pengajuan dari anggota kepada Nasabah.
  • Fasilitas pembiayaan kepada Nasabah bersifat non revolving.
  1. Gadai Emas BSM

Gadai Emas BSM merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat.

Akad Pembiayaannya, antara lain :

  • Akad yang digunakan adalah akad Qardh dalam rangka
  • Qardh dalam rangka Rahn adalah akad pemberian pinjaman dari bank untuk nasabah yang disertai dengan penyerahan tugas agar bank menjaga barang jaminan yang diserahkan.
  • Biaya pemeliharaan menggunakan akad ijarah.
  1. Talangan Haji BSM

Pembiayaan Talangan Haji BSM merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.

Akad yang digunakan adalah akad Qardh wal Ijarah. Qardh wal Ijarah adalah akad pemberian pinjaman dari bank untuk nasabah yang disertai dengan penyerahan tugas agar bank menjaga barang jaminan yang diserahkan.

  1. Pembiayaan Mudharabah Muqayyadah off Balance Sheet

Investasi Terikat Syariah Mandiri adalah suatu produk dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Investor (shahibul maal) menginvestasikan dananya kepada Bank  disertai dengan pernyataan bahwa investasi tersebut dijaminkan  kepada Bank atas pembiayaan yang diberikan oleh Bank kepada Pelaksana Usaha tertentu
  • Atas investasi tersebut, Investor memperoleh return dari pembiayaan yang diberikan oleh Bank kepada Pelaksana Usaha tertentu tersebut.

Akad Pembiayaannya, antara lain :

  • Akad antara Investor dengan Bank yaitu akad Mudharabah Muqayyadah dengan minimal mencantumkan: jumlah dana, jangka waktu investasi, penerima pembiayaan (Pelaksana Usaha yang ditentukan), besar nisbah bagi hasil. Investor tidak diperkenankan mencairkan dananya sebelum jangka waktu pembiayaan berakhir, kecuali dana yang berasal dari pengembalian cicilan atau pelunasan pinjaman dari Pelaksana Usaha, yang dikreditkan ke rekening investasi tidak terikat milik Investor pada Bank (mudharabah mutlaqah) atau rekening giro Bank (wadi’ah).
  • Akad antara Bank dengan Pelaksana Usaha dapat berupa akad murabahah, mudharabah, dan musyarakah dengan maksimal plafond pembiayaan dan jangka waktu mengikuti ketentuan butir 1.
  1. Pembiayaan Kepada Pensiunan

Penyaluran fasilitas pembiayaan komersial/konsumer kepada  para pensiunan PNS, di mana pembayaran angsurannya dilakukan melalui pemotongan uang pensiun langsung yang diterima setiap bulannya.

Adapun kriteria dari pembiayaan kepada Pensiunan, antara lain :

  • Pensiunan PNS,
  • Pada saat jatuh tempo fasilitas usia maksimal 65 tahun,
  • Belum menikmati fasilitas pembiayaan serupa dari pemberi pembiayaan lain, dan
  • Bersedia untuk memindahkan pembayaran uang pensiunnya melalui Bank Syariah Mandiri
  1. Pembiayaan Peralatan Kedokteran

Ditujukan kepada para professional yang berprofesi sebagai dokter spesialis atau dokter gigi yang berkeinginan untuk membeli peralatan baru penunjang kerja atau memperbarui peralatan yang ada melalui fasilitas pembiayaan syariah dengan cara mengangsur dan pembiayaannya menggunakan akad Murabahah.

  1. Pembiayaan Umrah

Produk pembiayaan umrah BSM adalah salah satu upaya BSM untuk memberikan kemudahan dan keringanan kepada calon nasabah dalam memenuhi  kebutuhan perjalanan umrah yang selama ini belum terakomodir melalui pembiayaan secara syariah dengan menggunakan akad ijarah.

Pembiayaan digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan biaya perjalanan umrah seperti namun tidak terbatas untuk tiket, akomodasi dan persiapan biaya umrah lainnya melalui Penyelenggara Umrah yang telah terdaftar dan mempunyai izin dari Departemen Agama serta memiliki pengalaman usaha penyelenggaraan umrah minimal selama 2 tahun.

  1. BSM Warung Mikro

Pembiayaan yang digunakan untuk pengembangan usaha mikro dengan limit  pembiayaan sampai dengan Rp.100.000.000,-. Pembiayaan ini diperuntukkan bagi perorangan (PNS, Pegawai Swasta) yang memiliki usaha dan bagi Badan Usaha.

  1. Pembiayaan Mudharabah BSM

Pembiayaan Mudharabah BSM adalah pembiayaan dimana seluruh modal kerja yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh bank. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

  1. Pembiayaan Musyarakah BSM

Pembiayaan khusus untuk modal kerja, dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

  1. Pembiayaan Murabahah BSM

Pembiayaan Murabahah BSM adalah pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.

  1. Produk Pendanaan
  1. Tabungan BSM

Simpanan dalam mata uang rupiah  yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat selama jam kas dibuka

Karakteristik dari tabungan Syariah Mandiri, antara lain:

  • Berdasarkan akad Mudharabah Muthalaqah.
  • Menggunakan mata uang Rupiah, Dollar Amerika, dan Dollar Singapura.
  • BSM Net banking dan BSM Mobile Banking.
  • ATM dan Debit Card.
  • Tabungan dengan bagi hasil yang menarik, aman dan terjamin.
  • Dapat ditarik ataupun disetor di seluruh cabang bank Syariah Mandiri.
  • Nasabah dapat menyalurkan zakat,infak, dan sedekah melalui tabungan Syariah Mandiri.
    1. Tabungan Mabrur BSM

Tabungan MABRUR adalah simpanan dalam mata uang rupiah yang bertujuan membantu masyarakat muslim dalam merencanakan ibadah haji & umrah, tabungan ini dikelola berdasarkan prinsip Mudharabah Muthlaqah.

Adapun karakteristik dari tabungan MABRUR, antara lain :

  • Berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah.
  • Sarana untuk perencanaan ibadah haji.
  • Tidak dapat dicairkan kecuali untuk melunasi Biaya Penyelenggaraan Haji/UMRAH.

Manfaat Tabungan MABRUR, antara lain :

  • Bebas biaya administrasi bulanan,
  • kemudahan pengurusan administrasi/dokumen perjalanan haji,
  • On-line dengan SISKOHAT Departemen Agama,
  • Setoran ringan serta tersedia talangan untuk pelunasan BPIH,
  • On-line antarcabang.
    1. Tabungan Berencana BSM

Simpanan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian bagi penabung maupun ahli waris untuk memperoleh dananya sesuai target pada waktu yang diinginkan

Produk tabungan dengan jangka waktu, dana dan tujuan investasinya dapat ditentukan secara fleksibel oleh nasabah dan dilengkapi dengan fasilitas Asuransi Cuma-Cuma.

Adapun manfaat dari Tabungan Berencana BSM, antara lain :

  • Memudahkan mengatur rencana kebutuhan dana jangka menengah dan panjang.
  • Bagi hasil yang menguntungkan.
  • Di-cover dengan asuransi jiwa.
  • Nasabah tidak perllu membayar premi asuransi.
  1. Deposito BSM

Deposito Syariah Mandiri adalah sarana investasi berjangka waktu tertentu yang dikelola berdasarkan prinsip Mudharabah Muthlaqah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pj. Kepala KCP

II.3. STRUKTUR ORGANISASI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG NATUNA.

ANGGI PRATAMA

 

 

Pj. Operation Officer
Pj. Account Officer
Officer Gadai
Ariongko satria. Y
Kamisa Oktavia

 

 

 

 

Teller
CS
Back Officer
Jr. Accoun Officer

                                                                 

Penaksir Gadai

                  

Novi
Admin Mikro
Maliki
Penagihan
M. Idlan
Kepala Warung Mikro
P M M
Azzumar Khair
Officer Bay
Driver
Neo Febrasi
Syamsurizon
Irma Safira
Maryadi
Asisten
Rodi
Security
Henrico Fernando M
Sudirman
Rubiyah
Riri
Acep Kustiadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

III.1 NAMA BAGIAN TEMPAT PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Di Bank Syariah Mandiri, Tbk Cabang Pembantu Natuna, saya ditempatkan pada bagian  marketing yang dipandu oleh Kak Rubi, dan Kak Novi serta beberapa pegawai lainnya dibidang marketing.

III.2 KEGIATAN YANG DILAKUKAN

Adapun kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan selama 2  (dua)  bulan, sebagai berikut :

No Hari, Tanggal Waktu Kegiatan Magang
1 Senin, 03/11/2014 07.45 – 08.00

08.00 – 09.00

11.00

Doa Bersama

Perkenalan Diri

Pulang

2 Selasa, 04/11/2014 07.45 – 08.00

08.00 – 08.15

08.30 – 09.30

09.30 – 11.00

11.00 – 12.00

12.00 – 13.30

13.30 – 14.30

15.30 – 16.30

16.30

Doa Bersama

Registrasi

Pembukaan dan penjelasan tentang program

Visi , Misi , dan Sejarah BSM

Islamy is way of life

ISHOMA ( Istirahat, Sholat,Makan)

Islamy is Way of life

Produk – Produk Pendanaan BSM

Pulang

3 Rabu, 05/11/2014 07.45 – 08.00

08.00 – 08.15

08.30 – 10.30

10.30 – 12.00

12.00 – 13.30

13.30 – 14.30

15.30 – 16.30

16.30

Doa Bersama

Registrasi

Dasar – Dasar Perbankan Syariah

Produk-Produk pembiayaan Bank Syariah Mandiri

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Materi Tentang Talangan Haji

Materi  Tentang StandarLayanan BSM

Pulang

4 Kamis, 06/11/2014 07.45 – 08.00

08.00 – 08.15

08.30 – 10.30

10.30 – 11.30

Doa Bersama

Registrasi

Materi tentang Warung Mikro BSM

Materi Selling Skill

5 Jum’at,07/11/2014 07.45 – 08.00

08.00 – 08 15

08.30 – 16.00

 Doa Bersama

Registrasi

Overview Program

1 Senin, 10/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

11.00

12.00

13.30

14.30

15.30

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Pergi ke kampus STAI Sosialisasi produk pendanaan BSM

Pergi cari nasabah di air kolek

ISHOMA (ISTIRAHAT, SHOLAT, MAKAN)

Pergi ke bank ambil formulir buka rekening

Mengantarkan formulir kepada nasabah

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang

2 Selasa, 11/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

10.30

12.00

14.30

15.30

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Ikut antrian buka rekening untuk nasabah

Mencari nasabah baru di ranai darat

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Antarkan buku rekening nasabah yang sudah selesai

Pergi ke Bank

Absen

Pulang

3 Rabu, 12/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

12.00

15.30

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Pergi ke tanjung cari nasabah

ISHOMA (istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen

Pulang

4 Kamis,13-11-2014 07.45

08.00

08.30

09.00

10.30

12.00

15.30

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Pergi ke air batu cari nasabah

Pergi ke bank ambil formulir

Ishoma

Pergi ke bank

Absen

Pulang

Jum’at, 14-11-2014 07.45

08.00

08.30

09.00

11.00

15.30

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Menawarkan produk pendanaan kepada sepupu

Ishoma

Pergi ke bank

Absen

Pulang

1 Senin, 17/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank dan menuju ke cemaga

ISHOMA (ISTIRAHAT, SHOLAT, MAKAN)

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

2 Selasa, 18/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

12.00

14.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank untuk mencari nasabah di daerah air lebay

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Pergi ke tempat abg sepupu menawarkan produk BSM

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

3 Rabu, 19/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

10.45

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank

Menuju ke air kijang

ISHOMA (istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

4 Kamis, 20/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

10.15

12.00

13.45

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank

Jalan k rumah paman sambil menawarkan menabung di BSM

ISHOMA (Istirahat,sholat,makan)

Menawarkan Kepada Kepala desa serasan yang pas ada di Natuna

Pergi ke bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

5 Jum’at ,21/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

11.00

13.30

14.00

14.45

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank

Pergi sholat jum’at

Mengantarkan formulir kepada nasabah yang ingin buka rekening

Ke bank dan ikut antrian untuk buka rekening nasabah

Pergi mengantarkan buku rekening nasabah yang telah selesai

Pergi ke bank

Absensi

Pulang

1 Senin, 24/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank (turun lapangan)

ISHOMA (ISTIRAHAT, SHOLAT,MAKAN)

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

2 Selasa,25/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

12.00

14.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank (turun lapangan)

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Pergi menawarkan produk BSM di rumah bibi

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

3 Rabu, 26/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank (turun lapangan)

ISHOMA (istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

4 Kamis, 27/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

10.15

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank (turun lapangan)

Pergi ke bandarsyah

ISHOMA (Istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

5 Jum’at ,28/11/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

11.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Keluar dari bank (turun lapangan)

Pergi sholat jum’at

Pergi ke bank

Absensi

Pulang

1 Senin,01/12/2014 07.45

08.00

08.30

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

ISHOMA

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

2 Selasa, 02/12/2014 07.45

08.00

08.30

12.00

14.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Mengantarkan formulir nasabah yang ingin buka tabungan BSM

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

3 Rabu, 03/11/2014 07.45

08.00

08.30

12.00

15.30

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

ISHOMA (istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Mengantar formulir yang sudah di isi kepada  CS (kak Irna)

Absen kembali

Pulang ke rumah

4 Kamis, 04/12/2014 07.45

08.00

08.30

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

ISHOMA (Istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

5 Jum’at ,05/12/2014 07.45

08.00

08.30

11.00

13.30

14.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Pergi sholat jum’at

Mengambil buku Rekening nasabah yang telas siap

Mengantarkan buku rekening kepada nasabah atas nama Susi

Pergi ke bank

Absensi

Pulang

1 Senin,08/12/2014 07.45

08.00

08.30

10.00

12.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Menuju ke padang kurak menawarkan produk Pendanaan BSM

ISHOMA

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

2 Selasa, 09/12/2014 07.45

08.00

08.30

12.00

15.00

16.00

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Pergi ke rumah orang yang janji akan menabung saudari Erni (memastikan jadi atau tidak untuk menabung d BSM)

Pergi ke Bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

3 Rabu, 10/12/2014 07.45

08.00

08.30

10.00

12.00

15.30

16.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Pergi ke rumah sepupu (Susi) mengembalikan KTP bekas Fotokopi untuk buka tabungan kemaren

ISHOMA (istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen kembali

Pulang ke rumah

4 Kamis, 11/12/2014 09.30

15.00

ABSEN

Menuju ke tanjung rumah saudara menawarkan Produk BSM

Pergi ke rumah ude menanyakan bersedia menabung di BSM atau tidak

5 Jum’at ,12/12/2014 09.00

11.00

15.00

ABSEN

Pergi ke sebele menawarkan warga untuk menabung di BSM

Pergi sholat jum’at

Pergi ke rumah kawan (Iswanto) menawarkan untuk  menabung d BSM

1 Senin,15/12/2014 07.45

08.00

10.00

11.00

12.00

16.00

17.00

Doa bersama

Absen

Menuju ke rumah bapak gusnadi di sual (mencoba mengajak bapak gusnadi untuk Deposito di BSM)

Pergi kerumah kak Ida di Sual menawarkan produk pendanaan BSM

ISHOMA

Pergi ke Bank

Absen kembali & Pulang ke rumah

2 Selasa, 16/12/2014 07.45

08.00

09.30

12.00

14.00

16.00

17.00

Doa bersama

Absen

Pergi ke air kolek menawarkan kepada saudari Ranti untuk menabung di BSM

ISHOMA (Istirahat,Sholat,Makan)

Menawarkan tabungan BSM kepada saudara Joni Gunawan yang tinggal di batu ampar

Pergi ke Bank

Absen kembali & Pulang ke rumah

3 Rabu, 17/12/2014 07.45

08.00

08.30

10.00

12.00

15.30

17.00

Doa bersama

Absen

Tadarus

Menawarkan kepada saudari Umi agar menabung di Bank Syariah Mandiri

ISHOMA (istirahat,sholat,makan)

Pergi ke bank

Absen kembali & Pulang ke rumah

4 Kamis, 18/12/2014 07-45

08.00

08.30

11.00

12.00

13.30

16.00

17.00

Doa bersama

ABSEN

Tadarus

Menawarkan kepada saudara Edi Kurniawan Tentang Tabungan BSM dan Simpatik

ISHOMA

Pergi ke rumah Raja Muhammad alfadli di jemengan mencoba mengajak untuk menabung di BSM

Pergi ke Bank

Absen kembali & pulang ke rumah

5 Jum’at ,19/12/2014 07.45

08.00

08.30

09.00

11.40

16.00

17.00

Doa Bersama

ABSEN

Tadarus

Menawarkan Tabungan BSM dan Tabungan ku kepada Ibu Sunarti Di tanjung

Pergi sholat jum’at

Pergi ke bank

Absen kembali & pulang ke rumah

Tabel 2. Kegiatan Yang Dilakukan selama 2 (dua) bulan di Bank Syariah Mandiri KCP. Natuna

Dari beberapa praktikum di atas, saya dapat mengetahui proses kegiatan kinerja bank Syariah Mandiri. Selain itu, saya mengetahui bagaimana mencari dana dan bagaimana cara memberi pinjaman pembiayaan kepada nasabah yang memerlukan/membutuhkan. Walaupun tidak secara keseluruhan saya pelajari dan mempraktekkannya. Pada bank Syariah Mandiri cabang natuna menggunakan prinsip bagi hasil yang dikenal dengan Margin (keuntungan bank).

Selain yang telah dijelaskan di atas, rutinitas kegiatan yang dilakukan dari pukul 07.45 WIB s.d. 17.00 WIB yaitu doa pagi dan kultum (sharing product, sharing service, dan tukar pendapat/pikiran, serta lain-lainnya), dan proses kegiatan praktikum, serta mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan bank Syariah Mandiri.

III.3 REKAN KERJA

Dalam praktek kerja lapangan di bank syariah mandiri, saya dipandu oleh :

  1. Kak Rubi, memeriksa laporan serta menjelaskan tentang produk pembiayaan.
  2. Kak Novi yang memeriksa kelengkapan Berkas Formulir,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

IV.1 KESIMPULAN

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di lembaga keuangan ini merupakan program berkelanjutan dari tahun sebelumnya Program Studi Ekonomi Syariah STAI Natuna. Adapun kesimpulan yang diambil oleh penulis selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan pada PT.Bank Syariah Mandiri KCP Natuna adalah sebagai berikut :

Praktek kerja lapangan merupakan suatu suatu kegiatan yang berlangsung di dunia kerja dan merupakan bentuk aplikasi penyelenggaraan pendidikan profesional yang memadukan secara sistematis antara program pendidikan dengan program keahlian yang diperoleh melalui dunia kerja,sehingga terarah dan dapat mencapai tingkat keahlian profesional tertentu di mana banyak sekali pengalaman-pengalaman yang saya  dapatkan sewaktu mengikuti Praktek Kerja Lapangan di Bank Syariah Mandiri KCP Natuna yang akan menjadi modal  sangat besar untuk kami para mahasiswa yang (PKL) di Bank Syariah Mandiri KCP Natuna ini untuk melangkah kedepan serta modal untuk kami mengaplikasikan setelah kami bisa menyelesaikan gelar sarjana tersebut.adapun hasil yang kami peroleh agar menjadi modal kami kedepan yaitu sebagai berikut :

  1. Saya Mengetahui kinerja Perbankan Syariah Mandiri KCP Natuna meliputi tugas dan wewenang
  2. Saya mendapat tambahan materi seputar pendanaan dan pembiayaan Bank Syariah Mandiri KCP Natuna..
  3. Saya mengetahui berbagai blangko/formulir dan yang berkaitan dengan pendanaan dan pembiayaan
  4. Saya lebih memahami berbagai macam kebijakan dan pembinaan dalam proses pelayanan nasabah
  5. Saya lebih terdidik untuk menjadi insan yang disiplin
  6. Saya juga di ajarkan bagaimana menjadi individu yang bertanggung jawab,jujur dan dapat di percaya.

IV.2  SARAN

Dengan berakhirnya kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang mendapatkan kesimpulan yang di kemukakan di atas, maka penulis menyarankan agar pihak BSM lebih giat memperkenalkan produk-produk yang ada di BSM tersebut baik produk pendanaan maupun pembiayaan ,serta harus lebih bisa meyakinkan masyarakat yang beranggapan bahwa BSM ini tidak sama dengan bank konvensional karena Bank Syariah Mandiri ini menggunakan system bagi hasil agar Bank Syariah Mandiri ini lebih bisa maju dengan sangat pesat dan bisa merubah perekonomian di Natuna

DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) Program Studi Ekonomi Islam

www.syariahmandiri.co.id

Materi inClass Training BSM KCP Natuna

Materi Pembekalan Praktek Kerja Lapangan

Materi Perkuliahan praktek Lab Bank Mini Syariah, Henriko Fernando, STAI Natuna

LAMPIRAN

  1. Penilaian Dari BANK SYARIAH MANDIRI Cab. Natuna.
  2. Absensi
  3. Rutinitas selama 2 bulan dari tanggal 03 November d. 31 Desember 2014
  4. Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Cab. Natuna
  5. Beberapa brosur pembiayaan sebagai usaha Bank Syariah Mandiri dalam menyalurkan dana.

[1] Buku Panduan Praktek Kerja Lapangan Program Studi Ekonomi Islam, Hal : 2

[2] Buku Panduan PKL Prodi Ekonomi Islam S1 2010, hal : 5

[3] Buku Panduan PKL Prodi Ekonomi Islam S1 2010, hal : 8

[4] Buku Panduan PKL Prodi Ekonomi Islam S1 2010, hal : 7

[5] Lampiran 2 Absensi, hal : 32

[6] http://www.syariahmandiri.co.id

[7] Materi Class Training PKL BSM Natuna

Yah kali ini saya akan berbagi sedikit info tentang SEGITIGA BERMUDA.Saya rasa nama itu tidak asing lagi di telinga anda sekalian..di mana disitu sanagat banayak menyimpan misteri yang masih menjadi sorotan..
Segitiga Bermuda terletak di sebelah barat Samudera Atlantik, sebelah tenggara wilayah Miami Florida, AS. Tepatnya sebagian besar wilayah ini membentuk segitiga, antara kepulauan Bermuda, Puerto Rico di Jamaica dan bagian selatan Florida AS. Luas Segitiga Bermuda ini kira2 1,2 juta kilometer persegi terdiri dari 300 pulau kecil yang dihuni 65.000 jiwa.
Para Oseanograf yang menjelajah di dasar laut Segitiga Bermuda dan Laut Utara, wilayah diAntara Eropa daratan dan Inggris melaporkan menemukan banyak kandungan metana dan
situs-situs bekas longsoran. Berangkat dari keterkaitan itu dan data-data yang tersedia dua peneliti itu menggambarkan apa yang terjadi jika
sebuah balon metana raksasa meledak dari dasar laut. Metana, yang biasanya membeku di bawah lapisan bebatuan bawah tanah, bisa keluar dan
berubah menjadi balon gas yang membesar secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika mencapai permukaan air, balon berisi gas
itu akan terus membesar ke atas dan ke luar.
Salah satu dari hasil penelitian dapat di simpulakan hilangnya kapal,pesawat,helikopter dll dengan mengunakan teori lorong waktu.

Teori Lorong Waktu
Menurut beberapa peneliti, di kawasan ini terdapat sebuah gangguan atmosfir di udara berupa lubang di langit. Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri “Lubang di Langit” ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam
perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. Lubang di Langit itu dianggap semacam alat
transportasi seperti tampak di film Star Trek.Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kitadengan munculnya UFO.

Permulaan hilangnya kapal-kapal di Bermuda, pada th 1850, hilang di wilayah ini atau dekat dengannya lebih dari 50 kapal. Sebagian nahkoda
berhasil mengirimkan surat-surat (telegram) pada saat -saat genting,akan tetapi anehnya surat-Surat tersebut tidak jelas sehingga tidak seorang
pun yang bisa memahaminya.
Kebanyakan kapal yang hilang adalah milik pemerintahan AS. Yang pertamakali adalah kapal, yang hilang dengan memuat 340. Disusul hilangnya kapal selam Scorpion pada th 1968 yang mengangkut 99
pelaut.Termasuk kapal yang hilang di Segitiga bermuda,pada th 1880, kapal perang Inggris Atlanta yang
mengangkut 290 jiwa, kemudian pada th 1918 kapal Amerika Saiklob yang mengangkut 309 orang. Pada bulan April 1925, kapal pengangkut barang Raifuku Maru dari Jepang, yang boleh
dikatakan sudah modern dilengkapi pemancar radio, dan segitu layak laut cepat sekali tenggelam setelah mengirim berita :”seperti pisau
raksasa! Cepat tolong! kami tak mungkin lolos!”kapal itu ditelan ombak bersama seluruh awaknya tak ada yang tersisa.Bulan oktober 1951, kapal tanker Southern Isles mengalami nasib serupa. Ketika berlayar dalamkonvoi, tiba-tiba ia hilang sampai kapal-kapal yang lain hanya melihat cahaya yang ditinggalkannya sedang tenggelam kedasar laut.
baiklah saya rasa cukup disini postingan saya kali ini.moga bermanfaat bagi semua.

Sudah lama saya tidak memposting lagi.baiklah kali ini saya akan mencoba menguras lagi sedikit imaginasi saya untuk menceritakan tentang kehidupan manusia yang terlalu sibuk dengan apa yang mereka tafsirkan./ pilsafat mereka tanggapi.sehingga mereka lupa akan hakikat hidup ini.
Baik lah langsung saja ke pokok pembicaraan kita saat ini.yaitu mengupas keterbelakangan seseorang mengungkapkan statment dikarenakan belum diangap cerdas oleh kacamata dunia…
hengusblog.wordpress.com

Apa kita harus menjadi orang hebat dulu, baru kita
dapat mengungkapkan statment mengenai suatu
hal ?
Jawabnya : hebat itu relatif, dan untuk jadi orang hebat harus menggungkapkan sesuatu hal dulu.bukan jadi orang hebat dulu baru bisa menggungkapkan sesuatu hal.karena dengan hal yang dia ungkapkan itulah dia bisa menjadi orang yang hebat.
hengusblog.wordpress.com
Tidak bisa dipungkiri bahwa keterbelakangan kecerdasan yang membuat seseorang enggan mengutarakan statment atau gagasan ia sendiri.walau itu menurutnya benar.ALBERT EINSTEIN pernah mengatakan
“orang bilang kecerdasan lah yang membuat orang itu menjadi ILMUAN BESAR .mereka salah!!! Itu bukan kecerdasan tapi itu karakte r” maka mengambil dari perkataan itu bahwa yang membuat seseorang menjadi Ilmuan besar itu ialah hasil dari penggabungan kejadian ,fenomena ,dan pembelajaran dari mulai seseorang itu lahir singga sampai dia menjadi seorang Ilmuan.mengapa saya mengatakan demikian??? Apakah bisa kita menjadi cerdah jika tanpa adanya kejadian, fenomena,atau pembelajaran dari kita lahir sampai sekarang ini??? Jawabannya saya rasa TIDAK BISA.
Nah maka dari itu diperlukan sedikit pengurasan
Imaginasi untuk menganalisa dari kata kata tersebut.
Maka saya disini akan mencoba mencari solusi agar tidak adanya keterbelakangan untuk mengutarakan statment
salah satu nya dengan mencoba menulis di mana saja,di Blog,facebook,twitter,dll agar kita terbiasa merangkai kata yang enak di baca supaya si pembaca tidak merasa jenuh .satu hal yang perlu di ingat. Sebagai orang awam .jangan berharap terlalu besar bahwa orang akan banyak merespon anda. Bersabar lah dulu hingga saatnya tiba.
cara lainya dengan mengambil pengetahuan dari berbagai sumber para ilmuan besar agar bisa menjadi pondasi untuk mengungkapkan statment.
Jangan pernah merasa dikesampingkan dan tetap percaya diri.yakin  bahwa diri anda bisa.
Perbanyaklah menganalisa dari setiap statemnt yang telah kamu rancangkan.
Dan hal yang paling penting ialah mampu memperthankan statemnt dan mampu mempertanggung jawabkan atas statment yang telah kamu buat.

Jika ada seseorang. Mengatakan atau mencemeehkan anda dengan bahasa ” ahhhhhh kamu tu sekolah saja kacau.ehh malah begaya buat statment. Anda cukup menjawab .apakah anda hidup tanpa keinginan.pernyataan yang ingin di tuangkan??? Kalau tidak ada .” Saya cukup perihatin.
Saya rasa sampai disini postingan saya semoga bermanfaat bagi semua.agar anak bangsa bisa berkarya tanpa harus jadi orang yang cerdas terlebih dahulu.JIKA INGIN COPAS TAMPILKAN SUMBER NYA .
hengusblog.wordpress.com

Laporan keuangan bank syariah.

Posted: Desember 4, 2013 in ilmu
Tag:, , ,

Laporan keuangan bank syariah.
Pengertian.
Unsur laporan l/ r
1).penghasilan utama
2).harga pokok penjualan.
3).beban atau biaya usaha.
4).penghasilan.
5).pos-pos insidensial.

2).perusahaan dagang = Hpp adalah harga pokok barang dagangan yang dijiual selama 1 priode akuntansi.
*   perusahaan jasa terdiri dari biaya- biaya bahan biaya tenaga kerja & unsur lain yang timbul pada penciptaan jasa tersebut.
*   perusahaan industri.
Meliputi ongkos barang dasar atau beku tenaga kerja dan ongkos pabrik tidak langsung yang telah dikeluarkan dalam proses pembuatan barang tersebut yang kemudian berhasil dijual selama satu priode akuntansi.

Laporan keuangan bank syariah.

Posted: Desember 4, 2013 in ilmu
Tag:, , ,

Laporan keuangan bank syariah.
Pengertian.
Unsur laporan l/ r
1).penghasilan utama
2).harga pokok penjualan.
3).beban atau biaya usaha.
4).penghasilan.
5).pos-pos insidensial.

2).perusahaan dagang = Hpp adalah harga pokok barang dagangan yang dijiual selama 1 priode akuntansi.
*   perusahaan jasa terdiri dari biaya- biaya bahan biaya tenaga kerja & unsur lain yang timbul pada penciptaan jasa tersebut.
*   perusahaan industri.
Meliputi ongkos barang dasar atau beku tenaga kerja dan ongkos pabrik tidak langsung yang telah dikeluarkan dalam proses pembuatan barang tersebut yang kemudian berhasil dijual selama satu priode akuntansi

LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH

Posted: Desember 4, 2013 in ilmu
Tag:, , ,

Laporan keuangan bank syariah.
Pengertian.
Unsur laporan l/ r
1).penghasilan utama
2).harga pokok penjualan.
3).beban atau biaya usaha.
4).penghasilan.
5).pos-pos insidensial.

2).perusahaan dagang = Hpp adalah harga pokok barang dagangan yang dijiual selama 1 priode akuntansi.
*   perusahaan jasa terdiri dari biaya- biaya bahan biaya tenaga kerja & unsur lain yang timbul pada penciptaan jasa tersebut.
*   perusahaan industri.
Meliputi ongkos barang dasar atau beku tenaga kerja dan ongkos pabrik tidak langsung yang telah dikeluarkan dalam proses pembuatan barang tersebut yang kemudian berhasil dijual selama satu priode akuntansi

perbedaan bank syariah
* prinsip dasar
* landasan hukum
* operasional.

1992 = PP no 72
               UU no 7/1992
Tentang prinsip bagi hasil.
1998 =UU No 10

Perbedaan bank syariah dan konvensional.
4 perbedaan bank syariah dan konvensional.
1.falsafah.
*   Bank syariah.
       Tidak berdasarkan bunga spekulasi dan ketidakjelasan.
*    Bank konvensional.
      Berdasarkan atas bunga.
2. Operasional.
*     Bank Syariah.
       dana masyarakat berupa titipan & investasi yang baru mendapatkan hasilbjika diusahakan terlebih dahulu .
*      Bank konvensional
Dana masyarakat berupa simpanan yang harus dibayar bunganya pada saat jatuh tempo.
3.    Aspek sosial
*      Bank Syariah.
        Dinyatakan secara tegas eksplist dalam visi dan misi.
*     Bank konvensional.
       Tidak ditegaskan secara eksplisit
4.    Organisasi.
*      Bank Syariah.
        Harus memiliki badan pengawas syariah.
*      Bank Konvensional.
        Tidak memiliki DPS.

Sistem bunga dan bagi hasil.
* Bunga.
-Ditetapkan dimuka
-bunga di aplikasikan pad pokok simpanan
-bank tidak menanggung resiko kerugian.
-unga dapatvberubah sewaktu-waktu secara sepihak.

* bagi hasil.
-nisbah ditetapkan diawal.
-diaplikasikan pada keuntungan / usaha.
-bank ikut menanggung resiko kerugian.
-nisbah tidak dapat berubah kecuali kesepakatan bersama.